Selasa, 14 Juli 2026

H. Anang Kembali Pimpin RW 14 Permata Harjamukti Utara, Unggul dalam Pemilihan yang Berlangsung Kondusif

Foto Bersama Panitia dan Kedua Calon Ketua RW 14 PHU


CIREBON SUARA | Kota Cirebon – Pesta demokrasi pemilihan Ketua RW 14 Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon berlangsung meriah, aman, dan kondusif pada Minggu (12/7/2026). Antusiasme warga terlihat sejak pagi dengan memadati tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya.


Dari total 567 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 499 warga menggunakan hak pilihnya, sementara 68 pemilih tidak hadir. Tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap kepemimpinan di lingkungan RW.


Berdasarkan hasil penghitungan suara, H. Anang berhasil memperoleh suara terbanyak dan kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin RW 14 Permata Harjamukti Utara pada periode berikutnya.

Hasil Penghitungan Suara oleh Panitia


Seluruh tahapan pemilihan berjalan tertib di bawah pengawasan panitia pemilihan serta mendapat pengamanan dari unsur TNI, Polri, dan perangkat Kelurahan Harjamukti. Proses penghitungan suara juga berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh saksi dari masing-masing calon, sehingga hasil pemilihan dapat diterima dengan baik.


Ketua Panitia Pemilihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi serta menjaga suasana tetap kondusif selama proses demokrasi berlangsung.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menggunakan hak pilihnya. Berbeda pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kebersamaan tetap menjadi yang utama," ujarnya.


Kemenangan H. Anang diharapkan mampu melanjutkan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah berjalan, sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus RW, RT, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen warga.


Usai pemilihan, suasana keakraban tampak kembali terjalin. Warga dari kedua kubu saling bersalaman dan berbaur sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi. Momentum ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat lingkungan bukan hanya tentang menentukan pemimpin, tetapi juga mempererat persatuan demi kemajuan bersama.


Dengan berakhirnya proses pemilihan, masyarakat berharap seluruh pihak dapat kembali bersatu, meninggalkan perbedaan pilihan, dan bersama-sama mendukung program kerja Ketua RW terpilih untuk mewujudkan lingkungan RW 14 Permata Harjamukti Utara yang semakin maju, aman, dan harmonis.

Reporter: Kang Ajay

Editor: Redaksi Cirebon Suara

Minggu, 28 Juni 2026

Festival Kesenian Harjamukti Bangkit Lagi Setelah 28 Tahun, Panggung Talenta Lokal Curi Perhatian Warga

 

Foto Bersama Camat Harjamukti dan Lurah Harjamukti


CIREBON SUARA – Setelah vakum hampir tiga dekade, Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti akhirnya kembali digelar. Bertempat di halaman Kantor Kelurahan Harjamukti, Sabtu (27/6/2026), festival ini sukses menyedot antusiasme masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.


Kembalinya festival ini menjadi momen yang penuh makna. Tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya khas Cirebon.


Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Cirebon Agung Supirno dan Ruri Tri Lesmana, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Agus Suherman, Forkopimcam Harjamukti, tokoh masyarakat, serta para Ketua RW dan RT.

Penampilan Tarian Jaipong oleh Warga Lokal


Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat kekompakan masyarakat.


"Alhamdulillah seluruh Ketua RW dan RT memberikan dukungan penuh. Hampir satu bulan kami terus membangun komunikasi dan koordinasi agar festival ini bisa berjalan dengan baik sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan Hari Jadi Cirebon ke-599," ujarnya.


Sebanyak 12 penampilan menghiasi panggung festival. Menariknya, seluruh penampil merupakan putra-putri asli Kelurahan Harjamukti yang menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari Tari Topeng, Tari Samba, hingga atraksi pencak silat.

Turut hadir Forkopimcam dan Anggota DPRD


Menurut Beny, potensi seni yang dimiliki masyarakat Harjamukti sangat besar dan layak mendapat ruang untuk terus berkembang.


"Semua penampil adalah warga lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa Harjamukti memiliki banyak talenta yang mampu menjaga dan melestarikan budaya Cirebon," katanya.


Ia berharap kesempatan tampil dalam berbagai agenda budaya tingkat kota nantinya juga dapat menjadi wadah bagi para seniman lokal Harjamukti untuk terus berkarya.


"Kami siap apabila nantinya mendapat kesempatan tampil dalam agenda yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cirebon. Insya Allah para pelaku seni dari Harjamukti siap memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas," tambahnya.


Sementara itu, Camat Harjamukti, Raden Yuki Maulana Hidayat, SSTP, menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi bukti nyata tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.


Menurutnya, setiap RW memiliki ciri khas yang ditampilkan dalam festival sehingga memperlihatkan kekayaan budaya yang dimiliki wilayah Harjamukti.


"Alhamdulillah di bawah koordinasi Pak Lurah Harjamukti, seluruh masyarakat bisa berpartisipasi dengan sangat baik. Masing-masing RW menampilkan keunikan budaya yang dimiliki sebagai bentuk kecintaan terhadap adat dan tradisi," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan hanya melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial.


"Semangat menjaga budaya harus terus hidup. Tidak hanya lewat tarian atau pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebersamaan masyarakat yang saling mendukung. Semoga Festival Kesenian Harjamukti menjadi awal dari tradisi yang terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.


Kembalinya Festival Kesenian Harjamukti menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, panggung ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan budaya Cirebon agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Tokoh Pemuda Harjamukti Apresiasi Festival Kesenian: "Budaya Jangan Cuma Jadi Kenangan, Harus Terus Hidup!"

 

Penampilan Tari Jaipong

CIREBON SUARA – Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Harjamukti, Kang Ajay, yang menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat pelestarian budaya di tengah masyarakat.


Menurut Kang Ajay, penyelenggaraan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.


"Saya sangat mengapresiasi Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti ini. Dari informasi para Ketua RW, pentas kesenian seperti ini terakhir kali diselenggarakan sekitar tahun 1998. Artinya, setelah puluhan tahun akhirnya budaya kita kembali tampil dan dirasakan masyarakat," ujarnya.


Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun, baik dalam rangka Hari Jadi Kota Cirebon maupun menjadi agenda mandiri Kelurahan Harjamukti.


"Harapan saya, festival seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Jangan sampai berhenti di sini, karena budaya harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,"tambahnya.


Kang Ajay juga memberikan apresiasi kepada Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, yang baru menjabat namun dinilai mampu membangun kolaborasi dengan seluruh paguyuban RW hingga festival tersebut berhasil terselenggara.


Menurutnya, keberhasilan acara ini semakin istimewa karena terlaksana melalui semangat gotong royong masyarakat tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.


"Pak Lurah Beny memang baru menjabat, tapi beliau berhasil merangkul seluruh paguyuban RW untuk bersama-sama menyukseskan festival ini. Yang paling luar biasa, kegiatan ini bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Ini bukti bahwa kalau masyarakat kompak, hal besar bisa diwujudkan," katanya.


Lebih lanjut, Kang Ajay menyoroti besarnya potensi seni dan budaya yang dimiliki masyarakat Harjamukti. Ia menilai masih banyak talenta lokal yang layak diberikan ruang untuk tampil dan berkembang.


"Kita seharusnya bangga karena masyarakat Harjamukti punya banyak seniman dan talenta yang terus melestarikan budaya-budaya khas Cirebon. Festival ini membuktikan bahwa budaya kita masih hidup, tinggal bagaimana kita terus memberi ruang agar tetap berkembang," tuturnya.


Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti sendiri menjadi ajang berkumpulnya berbagai kelompok seni tradisional dan masyarakat dari berbagai RW. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta komitmen warga dalam menjaga identitas budaya Cirebon agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


"Budaya bukan cuma warisan masa lalu, tapi identitas yang harus terus kita hidup

kan untuk masa depan."

Reklame Menjamur di Kota Cirebon, Sudahkah Semuanya Berizin dan Membayar Pajak Daerah?

Apakah pajak reklame terbayar? CIREBON SUARA – Pemandangan papan reklame berukuran besar hingga baliho promosi kini semakin mudah dijumpai d...