Tampilkan postingan dengan label pemkot cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemkot cirebon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2026

Anak Sekolah Sudah Masuk, Gaji Ke-13 ASN Kota Cirebon Masih Belum Cair: Alarm Bagi Kondisi Fiskal Daerah

APBD CIREBON JADI SOROTAN

 

CIREBON SUARA, Kota Cirebon – Hingga 13 Juli 2026, gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Cirebon belum juga dicairkan. Padahal, pada periode yang sama, tahun ajaran baru telah dimulai dan banyak orang tua, termasuk ASN, harus memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak seperti seragam, perlengkapan sekolah, hingga biaya penunjang lainnya.


Keterlambatan pencairan gaji ke-13 ini menjadi perhatian karena secara umum kebijakan pemerintah memberikan gaji ke-13 untuk membantu ASN menghadapi meningkatnya kebutuhan keluarga menjelang dan saat tahun ajaran baru. Dengan belum diterimanya hak tersebut, tidak sedikit ASN yang harus mengatur kembali kondisi keuangan rumah tangga mereka.


Pemerintah Kota Cirebon sebelumnya menyampaikan bahwa pencairan gaji ke-13 masih menunggu ketersediaan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditransfer pemerintah pusat secara bertahap. Berdasarkan penjelasan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), kemampuan anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk membayar seluruh komponen gaji ke-13.


Bahkan, apabila pencairan dilakukan pada bulan Juli, komponen yang direncanakan untuk dibayarkan hanya berupa gaji pokok beserta tunjangan yang melekat sesuai ketentuan, tanpa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Kebijakan tersebut diambil sebagai penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah.


Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kota Cirebon. Pasalnya, di saat daerah lain telah merealisasikan pembayaran gaji ke-13, ASN Kota Cirebon masih harus menunggu kepastian pencairan. Situasi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa ruang fiskal daerah sedang menghadapi tekanan yang cukup besar.


Meski demikian, Pemerintah Kota Cirebon menyatakan tetap berkomitmen memenuhi hak ASN dan menargetkan pencairan dapat dilakukan setelah kondisi kas daerah memungkinkan.


Keterlambatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan keuangan agar hak-hak ASN dapat dipenuhi tepat waktu, terutama ketika berkaitan dengan kebutuhan penting masyarakat seperti biaya pendidikan anak pada awal tahun ajaran baru.

H. Anang Kembali Pimpin RW 14 Permata Harjamukti Utara, Unggul dalam Pemilihan yang Berlangsung Kondusif

Foto Bersama Panitia dan Kedua Calon Ketua RW 14 PHU


CIREBON SUARA | Kota Cirebon – Pesta demokrasi pemilihan Ketua RW 14 Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon berlangsung meriah, aman, dan kondusif pada Minggu (12/7/2026). Antusiasme warga terlihat sejak pagi dengan memadati tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya.


Dari total 567 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 499 warga menggunakan hak pilihnya, sementara 68 pemilih tidak hadir. Tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap kepemimpinan di lingkungan RW.


Berdasarkan hasil penghitungan suara, H. Anang berhasil memperoleh suara terbanyak dan kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin RW 14 Permata Harjamukti Utara pada periode berikutnya.

Hasil Penghitungan Suara oleh Panitia


Seluruh tahapan pemilihan berjalan tertib di bawah pengawasan panitia pemilihan serta mendapat pengamanan dari unsur TNI, Polri, dan perangkat Kelurahan Harjamukti. Proses penghitungan suara juga berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh saksi dari masing-masing calon, sehingga hasil pemilihan dapat diterima dengan baik.


Ketua Panitia Pemilihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi serta menjaga suasana tetap kondusif selama proses demokrasi berlangsung.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menggunakan hak pilihnya. Berbeda pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kebersamaan tetap menjadi yang utama," ujarnya.


Kemenangan H. Anang diharapkan mampu melanjutkan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah berjalan, sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus RW, RT, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen warga.


Usai pemilihan, suasana keakraban tampak kembali terjalin. Warga dari kedua kubu saling bersalaman dan berbaur sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi. Momentum ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat lingkungan bukan hanya tentang menentukan pemimpin, tetapi juga mempererat persatuan demi kemajuan bersama.


Dengan berakhirnya proses pemilihan, masyarakat berharap seluruh pihak dapat kembali bersatu, meninggalkan perbedaan pilihan, dan bersama-sama mendukung program kerja Ketua RW terpilih untuk mewujudkan lingkungan RW 14 Permata Harjamukti Utara yang semakin maju, aman, dan harmonis.

Reporter: Kang Ajay

Editor: Redaksi Cirebon Suara

Minggu, 28 Juni 2026

Festival Kesenian Harjamukti Bangkit Lagi Setelah 28 Tahun, Panggung Talenta Lokal Curi Perhatian Warga

 

Foto Bersama Camat Harjamukti dan Lurah Harjamukti


CIREBON SUARA – Setelah vakum hampir tiga dekade, Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti akhirnya kembali digelar. Bertempat di halaman Kantor Kelurahan Harjamukti, Sabtu (27/6/2026), festival ini sukses menyedot antusiasme masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.


Kembalinya festival ini menjadi momen yang penuh makna. Tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya khas Cirebon.


Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Cirebon Agung Supirno dan Ruri Tri Lesmana, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Agus Suherman, Forkopimcam Harjamukti, tokoh masyarakat, serta para Ketua RW dan RT.

Penampilan Tarian Jaipong oleh Warga Lokal


Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat kekompakan masyarakat.


"Alhamdulillah seluruh Ketua RW dan RT memberikan dukungan penuh. Hampir satu bulan kami terus membangun komunikasi dan koordinasi agar festival ini bisa berjalan dengan baik sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan Hari Jadi Cirebon ke-599," ujarnya.


Sebanyak 12 penampilan menghiasi panggung festival. Menariknya, seluruh penampil merupakan putra-putri asli Kelurahan Harjamukti yang menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari Tari Topeng, Tari Samba, hingga atraksi pencak silat.

Turut hadir Forkopimcam dan Anggota DPRD


Menurut Beny, potensi seni yang dimiliki masyarakat Harjamukti sangat besar dan layak mendapat ruang untuk terus berkembang.


"Semua penampil adalah warga lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa Harjamukti memiliki banyak talenta yang mampu menjaga dan melestarikan budaya Cirebon," katanya.


Ia berharap kesempatan tampil dalam berbagai agenda budaya tingkat kota nantinya juga dapat menjadi wadah bagi para seniman lokal Harjamukti untuk terus berkarya.


"Kami siap apabila nantinya mendapat kesempatan tampil dalam agenda yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cirebon. Insya Allah para pelaku seni dari Harjamukti siap memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas," tambahnya.


Sementara itu, Camat Harjamukti, Raden Yuki Maulana Hidayat, SSTP, menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi bukti nyata tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.


Menurutnya, setiap RW memiliki ciri khas yang ditampilkan dalam festival sehingga memperlihatkan kekayaan budaya yang dimiliki wilayah Harjamukti.


"Alhamdulillah di bawah koordinasi Pak Lurah Harjamukti, seluruh masyarakat bisa berpartisipasi dengan sangat baik. Masing-masing RW menampilkan keunikan budaya yang dimiliki sebagai bentuk kecintaan terhadap adat dan tradisi," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan hanya melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial.


"Semangat menjaga budaya harus terus hidup. Tidak hanya lewat tarian atau pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebersamaan masyarakat yang saling mendukung. Semoga Festival Kesenian Harjamukti menjadi awal dari tradisi yang terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.


Kembalinya Festival Kesenian Harjamukti menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, panggung ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan budaya Cirebon agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Tokoh Pemuda Harjamukti Apresiasi Festival Kesenian: "Budaya Jangan Cuma Jadi Kenangan, Harus Terus Hidup!"

 

Penampilan Tari Jaipong

CIREBON SUARA – Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Harjamukti, Kang Ajay, yang menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat pelestarian budaya di tengah masyarakat.


Menurut Kang Ajay, penyelenggaraan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.


"Saya sangat mengapresiasi Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti ini. Dari informasi para Ketua RW, pentas kesenian seperti ini terakhir kali diselenggarakan sekitar tahun 1998. Artinya, setelah puluhan tahun akhirnya budaya kita kembali tampil dan dirasakan masyarakat," ujarnya.


Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun, baik dalam rangka Hari Jadi Kota Cirebon maupun menjadi agenda mandiri Kelurahan Harjamukti.


"Harapan saya, festival seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Jangan sampai berhenti di sini, karena budaya harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,"tambahnya.


Kang Ajay juga memberikan apresiasi kepada Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, yang baru menjabat namun dinilai mampu membangun kolaborasi dengan seluruh paguyuban RW hingga festival tersebut berhasil terselenggara.


Menurutnya, keberhasilan acara ini semakin istimewa karena terlaksana melalui semangat gotong royong masyarakat tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.


"Pak Lurah Beny memang baru menjabat, tapi beliau berhasil merangkul seluruh paguyuban RW untuk bersama-sama menyukseskan festival ini. Yang paling luar biasa, kegiatan ini bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Ini bukti bahwa kalau masyarakat kompak, hal besar bisa diwujudkan," katanya.


Lebih lanjut, Kang Ajay menyoroti besarnya potensi seni dan budaya yang dimiliki masyarakat Harjamukti. Ia menilai masih banyak talenta lokal yang layak diberikan ruang untuk tampil dan berkembang.


"Kita seharusnya bangga karena masyarakat Harjamukti punya banyak seniman dan talenta yang terus melestarikan budaya-budaya khas Cirebon. Festival ini membuktikan bahwa budaya kita masih hidup, tinggal bagaimana kita terus memberi ruang agar tetap berkembang," tuturnya.


Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti sendiri menjadi ajang berkumpulnya berbagai kelompok seni tradisional dan masyarakat dari berbagai RW. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta komitmen warga dalam menjaga identitas budaya Cirebon agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


"Budaya bukan cuma warisan masa lalu, tapi identitas yang harus terus kita hidup

kan untuk masa depan."

Minggu, 07 Juni 2026

Warga Cangkol Selatan RW 06 Kompak Kerja Bakti, Lingkungan Bersih Kebersamaan Makin Erat




CIREBON, CIREBON SUARA – Budaya gotong royong masih terus terjaga di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan warga Cangkol Selatan RW 06, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada akhir pekan.


Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan mulai berkumpul untuk membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Mulai dari pengurus RW, tokoh masyarakat, pemuda hingga warga setempat tampak antusias bergotong royong membersihkan sejumlah titik lingkungan.


Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan saluran air, pemangkasan rumput liar, pengangkutan sampah, hingga penataan lingkungan agar terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.


Ketua RW 06 Cangkol Selatan, Dwi Juliantoro, mengatakan kerja bakti merupakan agenda yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antar warga.


“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Alhamdulillah, warga sangat antusias dan kompak mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.


Menurut Dwi, lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen warga menjadi modal utama dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sehingga semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat dapat terus terpelihara.



Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kerja bakti juga menjadi ruang silaturahmi yang efektif bagi warga. Di tengah kesibukan masing-masing, kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antar warga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.


Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Cangkol Selatan RW 06 menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan keharmonisan masyarakat.


Dengan kolaborasi dan kekompakan yang terus terjaga, warga berharap lingkungan Cangkol Selatan dapat menjadi kawasan yang semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh masyarakat. (KJ/CS)

Kamis, 04 Juni 2026

Kota Cirebon Raih Penghargaan Terbaik Nasional Pengendalian Inflasi, Effendi Edo Terima Langsung dari Titiek Soeharto

 

Penyerahan penghargaan langsung oleh DPR RI Titiek Soeharto kepada Wali Kota Cirebon


CIREBON SUARA – Kota Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemerintah Daerah Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi (Kemendagri Awards) yang disiarkan secara nasional oleh Metro TV.


Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si. dan diserahkan oleh perwakilan DPR RI, Titiek Soeharto, dalam seremoni penghargaan yang dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.


Penghargaan kategori Pengendalian Inflasi merupakan salah satu kategori utama dalam Kemendagri Awards yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan laju inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program dan kebijakan strategis.


Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Kota Cirebon. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku usaha, dan masyarakat yang terus bersinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.


"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak yang selama ini berkomitmen menjaga Kota Cirebon tetap kondusif dan stabil," ujarnya.


Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di Indonesia. Berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Cirebon, mulai dari pemantauan harga pasar, operasi pasar murah, penguatan distribusi bahan pokok, hingga koordinasi intensif bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dinilai efektif dalam menjaga laju inflasi tetap terkendali.


Penghargaan tersebut juga menjadi bukti bahwa Kota Cirebon mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di tingkat nasional dalam menciptakan stabilitas ekonomi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


Dengan raihan penghargaan ini, Kota Cirebon diharapkan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan berbagai inovasi dalam pengendalian inflasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(ka)

Minggu, 31 Mei 2026

Syarief Maulana Kembali Pimpin BM PAN Kota Cirebon, Siap Kawal Target Kursi PAN 2029

Foto Bersama DPD PAN Kota Cirebon




CIREBON – Kepemimpinan di tubuh organisasi sayap kepemudaan Partai Amanat Nasional (PAN), Barisan Muda PAN, kembali dipercayakan kepada Syarief Maulana. 

Syarief terpilih kembali secara aklamasi untuk memimpin DPD BM PAN Kota Cirebon dan melanjutkan tonggak kepemimpinan organisasi dalam memperkuat peran kader muda menghadapi kontestasi politik 2029.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Syarief menjadi bukti kuat dukungan kader terhadap kepemimpinannya. Pada periode mendatang, ia dipercaya menjadi motor penggerak kader muda untuk memperkuat basis partai sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan politik dan sosial kemasyarakatan.

Saat ditemui Rakyat Cirebon, Syarief menegaskan bahwa fokus kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta peningkatan peran anak muda dalam pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang besar. Saya bersama seluruh kader BM PAN Kota Cirebon siap bekerja keras untuk membangun organisasi yang lebih solid, aktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Syarief, DPD BM PAN Kota Cirebon harus menjadi wadah lahirnya kader-kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian sosial tinggi. Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah sekaligus masa depan partai politik.

“BM PAN Kota Cirebon harus hadir sebagai organisasi yang progresif dan dekat dengan masyarakat. Kami akan memperkuat kaderisasi, memperluas ruang partisipasi anak muda, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ia menambahkan, kepengurusannya akan fokus menjalankan berbagai program kepemudaan dan kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya memperluas basis dukungan PAN hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi ikut terlibat dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Selain memperkuat organisasi, Syarief juga berkomitmen mendukung target politik DPD PAN Kota Cirebon pada Pemilu 2029. Ia optimistis sinergi antara BM PAN dan struktur partai akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan elektabilitas serta perolehan kursi legislatif PAN.

“Kami siap mengawal target peningkatan kursi legislatif PAN pada Pemilu 2029. Semangat anak muda, kerja nyata, dan kedekatan dengan masyarakat akan menjadi modal utama kami untuk meraih hasil terbaik,” ujarnya.

Ia meyakini kolaborasi yang solid antara kader muda dan seluruh jajaran partai akan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap PAN. Karena itu, BM PAN akan terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas jangkauan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kunci kemenangan ke depan adalah kebersamaan. Jika seluruh elemen partai bergerak bersama dan terus hadir di tengah masyarakat, saya yakin target PAN pada 2029 bisa tercapai,” pungkasnya. (its).

Selasa, 26 Mei 2026

Wali Kota Cirebon Cek Sapi Presiden Sampai Hewan Kurban di Harjamukti, Pastiin Aman dan Sehat Jelang Idul Adha

 

Foto bersama penyerahan Sapi Presiden oleh Wali Kota Cirebon


CIREBON SUARA – Menjelang Idul Adha, Wali Kota Cirebon Effendi Edo SAP MSi bareng unsur Forkopimda turun langsung monitoring hewan kurban di wilayah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (26/5/2026).

Salah satu titik yang dikunjungi yakni Kelurahan Argasunya untuk mengecek langsung sapi bantuan Presiden Republik Indonesia yang bakal disalurkan untuk masyarakat.

Nggak cuma itu, rombongan juga lanjut monitoring ke Pondok Pesantren Darul Mujahid dan Masjid Nurul Amal di Kelurahan Larangan. Di sana, kondisi hewan kurban dicek satu per satu buat memastikan semuanya sehat, layak, dan aman sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.



Didampingi jajaran Forkopimda dan dinas terkait, Wali Kota melihat langsung proses pemeriksaan kesehatan hewan mulai dari kondisi fisik, kebersihan kandang, sampai kesiapan panitia kurban di lokasi.


“Monitoring ini penting supaya masyarakat merasa aman dan tenang. Hewan kurban yang disalurkan juga dipastikan sehat dan sesuai ketentuan,” ujar salah satu petugas monitoring di lokasi.

Suasana monitoring pun terlihat santai tapi serius. Beberapa warga dan pengurus tempat kurban tampak antusias menyambut kedatangan rombongan.



Langkah ini jadi bentuk kesiapan Pemerintah Kota Cirebon jelang Idul Adha, sekaligus memastikan proses kurban berjalan lancar tanpa kendala kesehatan hewan.

Idul Adha tinggal menghitung hari, hewan kurban pun mulai dipantau ketat. Biar ibadah tetap khusyuk, daging aman dikonsumsi, dan warga makin nyaman.

Minggu, 24 Mei 2026

Pemuda Jangan Cuma Viral Karena Ribut” — Kang Ajay Soroti Pentingnya Gerakan Positif Anak Muda Cirebon

Kang Ajay Tokoh Pemuda Harjamukti

KOTA CIREBON — Tokoh pemuda Harjamukti sekaligus Perwakilan Pemerintah dan Komunitas Relawan TIK Provinsi Jawa Barat Bidang Komunikasin Publik, Kang Ajay, ikut angkat suara soal kegiatan bebersih Masjid Merah RW 06 Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang dilakukan Komunitas Generasi Milenial Cirebon.


Menurutnya, kegiatan seperti ini jadi bukti kalau anak muda Cirebon sebenarnya punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan, sejarah, dan tempat ibadah. Tinggal bagaimana ruang positifnya terus diperbanyak.


“Jujur kegiatan kayak gini harus sering-sering ada. Karena sekarang pemuda jangan cuma dikenal gara-gara kenakalan, tawuran, atau keributan di jalan. Anak muda juga harus bisa nunjukin kalau mereka mampu ikut membangun wilayahnya sendiri,” ujar Kang Ajay.


Ia menilai, gerakan sosial yang dibalut dengan kepedulian terhadap wisata religi bisa menjadi cara baru untuk mengajak anak muda lebih peduli terhadap sejarah Kota Cirebon.


“Cirebon itu punya banyak tempat bersejarah dan wisata religi yang keren, tapi kadang generasi sekarang malah belum tau. Nah kegiatan kayak begini jadi langkah bagus buat ngenalin lagi tempat-tempat itu,” katanya.


Kang Ajay juga berharap gerakan positif seperti ini tidak berhenti hanya satu kali kegiatan saja, melainkan bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pemuda maupun komunitas dari berbagai wilayah di Kota Cirebon.


“Kalau anak muda kompak bikin kegiatan positif, dampaknya pasti besar. Minimal lingkungan jadi lebih peduli, masyarakat nyaman, dan image pemuda juga jadi lebih baik,” lanjutnya.


Sementara itu, kegiatan bebersih Masjid Merah sendiri dilakukan bersama sejumlah pemuda dan perwakilan komunitas dengan membersihkan area dalam masjid hingga lingkungan sekitar.


Gerakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai membawa energi baru bahwa anak muda Cirebon juga bisa hadir dengan aksi nyata, bukan sekadar ramai di media sosial.

Senin, 16 Maret 2026

Reses Masa Sidang II, Erry Yudhistira Ramadhan Tampung Aspirasi Warga Kalijaga dan Argasunya

 

Foto Bersama Anggota DPRD Erry Yudhistira Ramadhan, SH.


CIREBON, Cirebon Suara – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Komisi II Fraksi Partai Golkar, Erry Yudhistira Ramadhan, menggelar kegiatan reses masa sidang II dengan menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kelurahan Kalijaga dan Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan reses yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh dialog tersebut dihadiri puluhan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi serta permasalahan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal.

Reses merupakan agenda resmi anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengar kebutuhan serta keluhan warga secara langsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan aspirasi masyarakat dapat diserap dan diperjuangkan dalam kebijakan serta program pembangunan daerah.


## Warga Sampaikan Beragam Aspirasi

Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka rasakan, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Beberapa warga Kelurahan Kalijaga mengungkapkan harapan terkait peningkatan infrastruktur lingkungan, seperti perbaikan jalan, drainase, serta fasilitas umum yang dinilai masih perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan usaha kecil dan dukungan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

Sementara itu, masyarakat Kelurahan Argasunya juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Mulai dari peningkatan fasilitas pendidikan, akses air bersih, hingga penataan kawasan permukiman yang lebih baik.

Dialog yang berlangsung dalam kegiatan reses tersebut berjalan interaktif, dengan warga secara langsung menyampaikan pandangan serta harapan mereka kepada wakil rakyat yang hadir.


## Komitmen Menyerap dan Memperjuangkan Aspirasi

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Erry Yudhistira Ramadhan menyampaikan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi warga agar dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, kegiatan reses menjadi momen penting bagi anggota DPRD untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat.



“Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini sangat penting bagi kami sebagai wakil rakyat. Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa dibahas dalam forum DPRD maupun disampaikan kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.


## Peran Reses dalam Pembangunan Daerah


Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui reses, wakil rakyat dapat memastikan bahwa kebijakan yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

Selain menampung aspirasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara anggota DPRD dengan masyarakat yang mereka wakili.

Erry Yudhistira Ramadhan menegaskan bahwa dirinya akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam proses pembangunan daerah dengan memberikan masukan maupun saran yang konstruktif.


## Harapan Masyarakat


Warga yang hadir dalam kegiatan reses tersebut berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang nyata.

Menurut mereka, kegiatan reses menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan kepada wakil rakyat yang memiliki kewenangan untuk memperjuangkannya di tingkat kebijakan.

Dengan adanya dialog terbuka antara masyarakat dan anggota legislatif, diharapkan pembangunan di Kota Cirebon dapat berjalan lebih merata serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.


## Komitmen Melanjutkan Aspirasi

Di akhir kegiatan, Erry Yudhistira Ramadhan kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dalam kegiatan reses tersebut.

Ia menyampaikan bahwa semua masukan akan dihimpun dan disampaikan dalam rapat serta pembahasan di DPRD agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara partisipatif dan berkelanjutan.

Jumat, 20 Februari 2026

Setahun Edo–Farida: Gaspol Transformasi, Kota Udang Makin Caang di Tengah Mode Hemat Anggaran

 

Foto Bersama Edo-Farida



CirebonSuara - Gen Z bilang, “pressure makes diamonds.” Nah, vibes itu yang lagi kerasa di Kota Cirebon. Satu tahun duet kepemimpinan Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati jalanin roda pemerintahan, narasinya bukan sekadar laporan seremonial. Ini tentang gimana bertahan, ngebut, tapi tetap waras di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Tagline “Setara Berkelanjutan” bukan cuma jadi quote manis di backdrop acara resmi. Di tahun pertama ini, konsep itu diuji langsung oleh realitas: anggaran harus lebih hemat, prioritas harus makin tajam, dan pelayanan publik gak boleh kendor. Buat sebagian daerah, efisiensi bisa jadi rem tangan. Tapi di Cirebon, justru dicoba jadi pedal gas yang lebih terkontrol.

Efisiensi Bukan Alasan Buat Kendor

Kondisi fiskal yang ketat bikin Pemkot harus muter otak. Program yang kurang berdampak langsung ke masyarakat mulai dipilah. Fokusnya digeser ke sektor-sektor krusial: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Bahasa gampangnya, yang penting-penting dulu yang dikuatin.

Strategi ini nunjukin satu hal: hemat bukan berarti stagnan. Justru dari skema efisiensi itu, ruang fiskal dibuka untuk program yang lebih terasa manfaatnya. Mulai dari perbaikan fasilitas umum, penguatan layanan kesehatan masyarakat, sampai dukungan akses pendidikan buat warga yang membutuhkan.

Gen Z mungkin bakal bilang, “ini mah budgeting versi upgrade.” Karena alih-alih potong sana-sini tanpa arah, pendekatannya lebih ke realokasi cerdas. Uang rakyat dipastikan balik lagi ke rakyat dalam bentuk layanan yang konkret.

Birokrasi Naik Level, Gak Cuma Wacana

Salah satu capaian yang cukup bikin bangga adalah predikat “Unggul” dalam Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dari Lembaga Administrasi Negara. Buat yang belum familiar, IKK ini jadi semacam rapor buat kualitas kebijakan publik di daerah.

Predikat unggul artinya kebijakan yang dibuat gak asal jadi, tapi berbasis data, analisis, dan proses yang terukur. Ini penting banget, apalagi di era sekarang ketika publik makin kritis dan melek informasi. Salah langkah dikit, bisa viral dalam hitungan menit.

Capaian ini nunjukin kalau pembenahan birokrasi gak cuma di permukaan. Ada upaya serius buat bikin tata kelola pemerintahan lebih rapi, transparan, dan adaptif. Di tengah stigma bahwa birokrasi itu ribet dan lambat, Cirebon coba tampil beda.

Investasi Masuk, Ekonomi Ikut Ngebut

Selain urusan internal pemerintahan, sektor investasi juga jadi sorotan. Realisasi investasi yang dilaporkan melampaui target jadi sinyal positif buat iklim usaha di kota ini. Stabilitas politik dan kepastian regulasi jadi faktor yang bikin investor lebih pede masuk.

Buat anak muda Cirebon, kabar ini harusnya jadi angin segar. Investasi bukan cuma soal angka di laporan, tapi juga potensi lapangan kerja, peluang usaha baru, dan ekosistem ekonomi yang makin hidup. Kalau sektor riil bergerak, UMKM juga ikut kecipratan.

Di tengah tantangan global yang gak menentu, capaian ini jadi bukti bahwa kota kecil pun bisa kompetitif, asal strategi dan komunikasinya jelas.

Cirebon Caang dan Infrastruktur Kolaboratif

Salah satu program yang cukup ikonik adalah “Cirebon Caang”, yang fokus pada penerangan jalan umum. Lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), pembangunan infrastruktur gak melulu bergantung pada APBD.

Model kolaboratif ini nunjukin kalau pembangunan bisa dikerjakan bareng-bareng. Pemerintah tetap pegang kendali, tapi sektor swasta dilibatkan untuk mempercepat realisasi. Hasilnya? Titik-titik gelap mulai berkurang, rasa aman meningkat, dan aktivitas warga di malam hari jadi lebih nyaman.

Buat kota yang terus berkembang, pencahayaan bukan cuma soal lampu nyala. Ini soal rasa aman, soal ruang publik yang hidup, dan soal identitas kota yang makin modern.

Pendidikan dan Sosial: Jangan Sampai Ada yang Tertinggal

Di sektor pendidikan, perhatian diarahkan pada akses dan pemerataan. Program bantuan pendidikan seperti Kartu Idola Pendidikan jadi salah satu bentuk intervensi supaya anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa sekolah dengan layak.

Semangat “setara” di sini terasa relevan. Karena pembangunan gak melulu soal beton dan aspal. Investasi paling mahal itu justru di sumber daya manusia. Kalau generasi mudanya kuat, kota juga bakal tahan banting dalam jangka panjang.

Layanan kesehatan juga diperkuat, terutama di level dasar. Upaya preventif dan peningkatan fasilitas jadi fokus agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat dan terjangkau.

Gaya Kepemimpinan yang Adaptif

Dalam setahun ini, gaya komunikasi kepemimpinan juga terlihat lebih adaptif. Pendekatan kolaboratif, keterbukaan terhadap kritik, dan upaya membangun narasi optimisme jadi bagian dari strategi.

Tentu, perjalanan masih panjang. Satu tahun pertama ini lebih ke fase fondasi. Masih banyak PR yang harus dibereskan, mulai dari persoalan klasik perkotaan sampai tantangan ekonomi yang dinamis. Tapi setidaknya, arah kompasnya sudah jelas.

Buat warga Cirebon, terutama generasi muda, momen ini bisa jadi refleksi bareng. Kota ini bukan cuma tempat lahir dan besar, tapi ruang masa depan yang lagi dibentuk pelan-pelan. Efisiensi anggaran mungkin jadi tantangan, tapi kalau dikelola dengan visi yang kuat, justru bisa jadi momentum transformasi.

Setahun sudah berlalu. Edo–Farida mencoba membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan semangat “Setara Berkelanjutan”, Kota Udang pelan tapi pasti lagi menata diri.

Dan seperti kata anak Gen Z, “progress over perfection.” Yang penting gerak dulu, benahi sambil jalan, dan tetap dengerin suara warga. Karena pada akhirnya, kota yang keren bukan cuma yang infrastrukturnya megah, tapi yang warganya merasa dilibatkan dan diperhatikan.

Cirebon lagi berproses. Caang jalannya, kuat fondasinya, dan semoga makin setara buat semua


Kamis, 05 Februari 2026

Motor Digembok Gegara Parkir Sembarangan di Depan CSB Mall, Ini Aturan yang Perlu Kamu Tahu

 

Penindakan Parkir Liar di Atas Trotoar Jl Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon


CIREBONSUARA — Parkir sebentar tapi nyusahin orang lain? Hati-hati. Puluhan motor yang nekat parkir di trotoar depan CSB Mall Cirebon akhirnya digembok petugas. Aksi ini jadi bukti kalau parkir liar sekarang bukan cuma ditegur, tapi langsung ditertibkan.

Penertiban dilakukan oleh petugas gabungan yang fokus membersihkan trotoar dan bahu jalan dari kendaraan bermotor. Area yang seharusnya jadi hak pejalan kaki malah berubah jadi “parkiran dadakan”, bikin orang terpaksa jalan di badan jalan.

Alih-alih ditilang di tempat, motor yang melanggar langsung dirantai dan pemiliknya diminta datang untuk proses pendataan dan pembinaan. Kaget? Banyak. Kapok? Harapannya begitu.


Kenapa Parkir Liar Ditindak?

Buat yang masih mikir, “Cuma sebentar kok,” ini alasannya kenapa parkir liar nggak bisa ditoleransi:

  • Trotoar itu hak pejalan kaki, bukan motor

  • Parkir di bahu jalan bisa bikin macet dan rawan kecelakaan

  • Pejalan kaki (termasuk lansia & difabel) jadi korban utama

  • Kota jadi semrawut dan nggak ramah publik

Intinya: nyaman buat satu orang, ribet buat banyak orang.


Aturan Parkir yang Wajib Kamu Tahu

Biar nggak kena gembok dadakan, ini poin pentingnya:

  • 🚫 Dilarang parkir di trotoar

  • 🚫 Dilarang parkir di bahu jalan utama

  • 🚫 Dilarang parkir di zona rambu larangan parkir

  • ✅ Parkir hanya di lahan resmi yang disediakan

Pelanggaran parkir termasuk pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum.
Kalau bandel dan ngulang, pelanggar bisa kena:

  • Sanksi administratif

  • Denda hingga ratusan ribu rupiah

  • Penindakan lebih tegas ke depannya


Pesan Buat Warga

Petugas menegaskan, penertiban ini bukan buat nyari ribut, tapi ngingetin kalau ruang publik itu milik bersama. Ke depan, operasi serupa bakal terus dilakukan, apalagi di titik-titik ramai.

Jadi, sebelum parkir:
👉 lihat sekitar
👉 cek rambu
👉 pikirin orang lain

Karena parkir sembarangan itu bukan rebel, tapi egois

Sabtu, 13 Desember 2025

Siswi SMPN 1 Karangsembung Raih Juara 2 Lomba Cerpen Hakordia 2025

 

Meydiani Nafisa Salsabila Handoko Menerima Hadiah di Ballroom Hotel Aston Cirebon


CIREBON SUARA — Prestasi membanggakan diraih oleh siswi SMP Negeri 1 Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Meydiani Nafisa Salsabila Handoko, siswi kelas IX A, berhasil meraih Juara 2 Lomba Bikin Cerpen kategori umum dalam rangka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.


Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Karangsembung, H. Sugono, M.Pd, menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam ajang Hakordia merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.


“Sekolah mendukung keikutsertaan siswa dalam kegiatan Hakordia 2025 untuk meningkatkan kemampuan literasi dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi,” ujar H. Sugono, Sabtu (13/12/2025).

Ia menilai Meydiani memiliki potensi yang sangat baik dalam bidang kepenulisan, khususnya cerpen, dengan kemampuan berpikir kreatif dan kritis yang menonjol.


“Meydiani memiliki potensi yang sangat baik dalam menulis cerpen. Karyanya menunjukkan pemikiran yang kreatif dan kritis,” ungkapnya.

Selama proses persiapan lomba, pihak sekolah memberikan dukungan penuh berupa pembinaan khusus serta pendampingan guru. Menurut H. Sugono, literasi menjadi media efektif dalam menanamkan nilai integritas dan kejujuran kepada peserta didik.

Penyerahan dari Kepala Sekolah SMPN 1 Karangsembung


“Menanamkan nilai antikorupsi melalui literasi sangat penting untuk membangun kesadaran siswa akan integritas dan kejujuran,” tegasnya.


Sementara itu, Meydiani Nafisa Salsabila Handoko mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya serta dukungan yang diberikan oleh sekolah.


“Saya sangat bersyukur bisa meraih juara 2. Dukungan dari kepala sekolah dan para guru sangat berarti dan membuat saya lebih percaya diri,” ujar Meydiani.


Ia menjelaskan bahwa cerpen yang ditulisnya mengangkat pesan tentang pentingnya kejujuran dan sikap berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.


“Melalui cerpen ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk berani jujur dan tidak membiasakan hal-hal kecil yang mengarah pada ketidakjujuran,” katanya.


Meydiani berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani berkarya dan mengikuti kegiatan positif.


“Semoga ini bisa memotivasi teman-teman lain agar tidak ragu untuk mencoba dan mengembangkan kemampuan diri,” pungkasnya.


Ke depan, SMPN 1 Karangsembung berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, khususnya di bidang literasi, melalui berbagai program pembinaan. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Hakordia 2025 atas kesempatan yang telah diberikan.

Minggu, 16 November 2025

Reses di RW 12 Kalijaga, Erry Yudistira Gaspol Komitmen Perbaiki Infrastruktur

Anggota DPRD Kota Cirebon Erry Yudistira, SH Melakukan Reses MP 1 di RW 12 Kelurahan Kalijaga


CirebonSuara — Anggota DPRD Kota Cirebon, Erry Yudistira, turun langsung ke RW 12 Kelurahan Kalijaga buat ngumpulin aspirasi warga dalam agenda reses terbaru. Suasananya santai tapi serius, dan Erry langsung ngegas dengan komitmen memperbaiki infrastruktur yang selama ini jadi unek-unek warga.


Di hadapan warga, Erry menyampaikan kalau pengaspalan di beberapa titik RW 12 udah direalisasikan. Tapi dia nggak berhenti di situ — perbaikan lainnya bakal dikerjain bertahap biar semua sektor kebagian sentuhan.


Masalah drainase mampet juga ikut disorot. Menurut Erry, itu jadi salah satu penyebab banjir di pemukiman. Dia bakal nge-push instansi terkait buat beresin saluran yang bermasalah. Cuma dia juga ngingetin warga buat bareng-bareng jaga kebersihan lingkungan, biar saluran air nggak gampang buntu. Teamwork makes the dream work, guys.


Selain infrastruktur, warga juga nyampein kebutuhan soal gerobak sampah. Erry langsung nge-iyain dan siap ngejuangin itu di pembahasan anggaran berikutnya.


Terkait pembangunan jalan, Erry ngejelasin kalau perbaikan jalan lain yang masih rusak bakal mulai dikerjain 2026. Dia juga nyebut jalan Ciremai Raya sebagai contoh titik yang udah dibikin “lebih kece” dari sebelumnya.


Meski ada warning soal APBD 2026 yang diprediksi turun, Erry bilang dia tetap komit memperbaiki infrastruktur di Kelurahan Kalijaga. “Anggaran naik-turun mah biasa, yang penting program tetap jalan,” kira-kira begitu vibe-nya.


Reses ini jadi momentum warga RW 12 buat nyampein langsung kebutuhan, dan Erry kelihatannya siap buat nge-handle semua PR itu — pelan tapi pasti.

Rabu, 12 November 2025

Kelurahan Kecapi Siapkan Perahu Karet & Pelampung, Siaga Hadapi Musim Hujan

Siaga Banjir, Kelurahan Kecapi Menyiapkan Peralatan


Cirebon Suara – Musim hujan udah mulai datang nih! 🌧️ Antisipasi biar nggak kewalahan pas debit air naik, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mulai gerak cepat buat siap-siaga hadapi potensi banjir.


Lurah Kecapi, Wawan Gunawan, bilang pihaknya udah nyiapin berbagai perlengkapan tanggap darurat — mulai dari perahu karet sampai pelampung buat evakuasi warga kalau situasi mendesak.


 “Kami sudah siapkan perahu karet dan pelampung supaya kalau ada kondisi darurat bisa langsung dipakai buat evakuasi,” kata Wawan, Rabu (12/11/2025).


Nggak cuma itu, tim kelurahan juga terus ngingetin warga biar tetap waspada, terutama yang tinggal di area rawan genangan air.


“Kami imbau masyarakat jaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, dan pastikan saluran air tetap lancar,” tambahnya.



Biar makin sigap, Kelurahan Kecapi juga udah koordinasi bareng BPBD Kota Cirebon dan aparat terkait buat mantau cuaca dan nyiapin titik evakuasi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.


“Harapannya, dengan kesiapan ini kita bisa cegah dampak yang lebih besar saat hujan deras,” tutup Wawan.


Stay safe ya, warga Cirebon! Jangan lupa pantau terus info cuaca dan tetap jaga kebersihan lingkungan 💧


(SFR | Cirebon Suara)

Senin, 10 November 2025

Petinju Putri Kota Cirebon Ain'nun Nahijan Al-Zahra Melaju Ke Final POPNAS 2025

 

Atlet Tinju Putri Yang Mengharumkan Kota Cirebon

CIREBON SUARA — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Kota Cirebon. Atlet tinju putri muda berbakat, Ain’nun Najihan Al-Zahra, berhasil melaju ke babak final Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025.


Ain’nun, siswi SMA Negeri 8 Kota Cirebon, tampil gemilang mewakili Jawa Barat dan menjadi salah satu petinju muda yang sukses menorehkan prestasi di kancah nasional. Dengan semangat juang tinggi dan kemampuan teknis yang matang, Ain’nun berhasil mengamankan tiket ke final setelah melalui pertarungan sengit di babak semifinal.


Keberhasilan ini disambut penuh rasa bangga oleh jajaran Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Cirebon, yang menyebut Ain’nun sebagai wujud nyata dari pembinaan atlet muda yang konsisten dan berkelanjutan di tingkat daerah.


“Kami sangat bangga atas capaian Ain’nun. Ia menunjukkan bahwa atlet muda Cirebon mampu bersaing di level nasional. Semoga langkahnya di final nanti bisa membawa medali dan mengharumkan nama daerah,”ujar perwakilan PERTINA Kota Cirebon.


Selain Ain’nun, sejumlah atlet muda Cirebon juga tengah berjuang dalam berbagai cabang olahraga di ajang POPNAS 2025. Dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat menjadi dorongan penting bagi para pelajar untuk terus berkembang dan berprestasi.



POPNAS sendiri merupakan ajang olahraga pelajar tingkat nasional yang diikuti oleh atlet-atlet muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Tahun 2025 ini, kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring bakat potensial dan mempersiapkan generasi penerus atlet nasional.


Melalui pencapaian Ain’nun Najihan Al-Zahra, Kota Cirebon kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan potensi besar di bidang olahraga, khususnya cabang tinju.


📍 Nama: Ain’nun Najihan Al-Zahra

🏫 Sekolah: SMA Negeri 8 Kota Cirebon

🥊 Cabang: Tinju Putri

🏆 Ajang: POPNAS 2025

Swiss-Belhotel Cirebon Siapkan Pesta Tahun Baru Bertema “Rockaholic Localicious"

 

New Year Eve Parti di Swiss-Belhotel Cirebon

CIREBON SUARA — Menyambut tahun baru 2026, Swiss-Belhotel Cirebon menghadirkan pesta pergantian tahun yang meriah bertajuk “Rockaholic Localicious”. Acara ini akan digelar pada 31 Desember 2025, mengusung semangat musik Rock & Roll yang penuh energi dan keceriaan.


Pesta malam tahun baru kali ini bakal dimeriahkan dengan konser musik, tarian, serta hiburan spektakuler seperti Live Band, Lipsync Battle, Modern Dance, Cabaret Show, Food Parade, hingga penampilan DJ yang siap menemani detik-detik pergantian tahun. Tak ketinggalan, pesta kembang api juga akan jadi puncak kemeriahan malam itu.


Untuk tamu yang ingin menikmati malam pergantian tahun dengan pengalaman menginap mewah, Swiss-Belhotel menawarkan paket kamar dan makan malam mulai dari Rp2.080.000 di kamar Deluxe dengan pemandangan kota, sarapan pagi, dan makan malam buffet all you can eat.


Bagi masyarakat yang ingin merayakan tanpa menginap, tersedia juga paket buffet all you can eat dengan harga mulai dari Rp358.000 per orang selama November, dan Rp398.000 untuk pemesanan di bulan Desember.


Menu buffet akan menyajikan beragam hidangan spesial dari lokal hingga internasional seperti Kambing Guling, Ayam Bakar Padang, Ikan Gurame Goreng, Peking Duck, XO String Bean, Pan Fried Barramundi with Chimichurri, hingga aneka pasta dan dessert.


General Manager Swiss-Belhotel Cirebon, Imam Nugroho, mengatakan bahwa tema tahun ini dipilih untuk menghadirkan suasana berbeda dan penuh semangat bagi para tamu.


> “Dengan tema Rockaholic Localicious, kami ingin memberikan pengalaman pergantian tahun yang berkesan dan tak terlupakan bagi setiap tamu,” ujarnya.


Swiss-Belhotel Cirebon sendiri dikenal sebagai hotel bintang empat yang berlokasi strategis di jantung Kota Cirebon, menawarkan kombinasi antara kenyamanan, pelayanan ramah, dan fasilitas premium.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi (https://www.swiss-belhotel.com) atau Instagram resmi @swissbelhotelcrb .

Sabtu, 25 Oktober 2025

Hotel Neo Cirebon Jadi Lokasi Kegiatan Sales Blitz Archipelago International

 

Tim Sales Blitz Ciayumajakuning

CIREBON SUARA – Archipelago International, jaringan hotel swasta independen terbesar di Asia Tenggara, kembali memperluas jangkauan bisnisnya lewat kegiatan Sales Blitz di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2025 ini dipusatkan di Hotel Neo Cirebon dan diikuti oleh perwakilan hotel dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Selama tiga hari, tim Sales Blitz melakukan kunjungan langsung (corporate visit) ke sejumlah instansi dan perusahaan, di antaranya Pelindo Cirebon dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Cirebon. Tujuannya untuk memperkuat jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan berbagai brand hotel di bawah naungan Archipelago International seperti ASTON, HUXLEY, Alana, Harper, Quest, Hotel NEO, Fave, dan lainnya.



Rodifan Fakhri, Sales Marketing Manager Hotel Neo Cirebon, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Kota Udang.

“Kegiatan Sales Blitz ini merupakan agenda rutin di berbagai wilayah di Indonesia, dan kami merasa bangga karena kali ini Cirebon dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan. Harapannya, instansi dan korporasi yang kami kunjungi bisa semakin mengenal jaringan hotel Archipelago International dan menjadikan kami mitra utama dalam berbagai kebutuhan perjalanan,” ujarnya.

Archipelago International sendiri konsisten membangun sinergi di industri perhotelan dan melihat wilayah Jawa Barat serta Jabodetabek sebagai pasar potensial. Dengan meningkatnya kebutuhan akomodasi dan mobilitas bisnis, kegiatan seperti Sales Blitz menjadi ajang penting untuk memperkuat hubungan dengan mitra, meningkatkan visibilitas brand, serta membuka peluang bisnis baru di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kamis, 14 Agustus 2025

Serap Aspirasi Warga, Agung Supirno Gelar Reses di Harjamukti

Humas Wali Kota Cirebon

CIREBON SUARA – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Golkar, Agung Supirno, menggelar Reses Masa Persidangan (MP) III Tahun Sidang ke-1 2024/2025 di Pondok Muawanah RW 10, Penggung Utara, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Rabu (13/8/2025) malam. Reses tersebut dihadiri langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Keduanya berinteraksi dengan warga untuk menyerap aspirasi dan mendengar harapan masyarakat secara langsung.


Suasana pertemuan berlangsung hangat, diikuti warga dari berbagai RW. Berbagai masukan mengemuka, mulai dari perbaikan infrastruktur, penataan lingkungan, peningkatan fasilitas umum, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat. Agung Supirno menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi bagian dari pokok pikirannya di DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Reses ini momen penting memastikan kebutuhan warga benar-benar terdengar dan menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya.



Wali Kota Effendi Edo mengapresiasi pelaksanaan reses ini. Ia menegaskan komitmen Pemkot untuk bersinergi dengan DPRD menindaklanjuti usulan masyarakat, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

“Kita akan lihat bersama, mana yang bisa segera ditangani, dan mana yang akan masuk rencana tahun depan,” jelasnya.

Edo juga mengajak warga untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta berkolaborasi dalam pembangunan. “Pembangunan harus dilakukan bersama. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung,” tegasnya.



Warga yang hadir mengaku senang bisa langsung menyampaikan keluhan dan harapan mereka kepada wakil rakyat dan kepala daerah, dengan harapan aspirasi tersebut segera terealisasi demi kemajuan Harjamukti dan kesejahteraan warganya. Reses ditutup dengan dialog interaktif, di mana warga bebas bertanya dan mendapat jawaban langsung dari Agung Supirno maupun Wali Kota Cirebon.

Erry Yudistira Serap Aspirasi Warga Kalijaga dan Edukasi Soal Usulan Pembangunan

Sumber : Dokpri E1

CIREBON SUARA – Masa reses menjadi momen penting bagi anggota DPRD Kota Cirebon untuk turun langsung ke masyarakat. Hal ini dimanfaatkan oleh Erry Yudistira Ramadhan saat menyambangi warga RW 14, Kelurahan Kalijaga, Rabu (13/8/2025) di Balai Pertemuan Masyarakat (Bapermas).



Dalam agenda reses masa persidangan II tahun 2025 ini, Erry tidak sekadar menampung aspirasi, tetapi juga memberikan edukasi terkait mekanisme pengusulan pembangunan. “Warga perlu tahu alur dan syarat agar usulan mereka bisa masuk ke rencana pembangunan daerah. Misalnya, kalau mau bangun fasilitas pendidikan, status tanahnya harus jelas,” terangnya. Sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penataan drainase, penambahan fasilitas umum, hingga rencana pembangunan sarana pendidikan. Erry menegaskan bahwa tidak semua usulan dapat terealisasi di tahun yang sama, namun pemahaman yang benar akan mempermudah proses pengawalan usulan di tingkat DPRD.



Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya sekaligus menyampaikan harapan. “Kami senang karena tidak hanya didengar, tapi juga diajarkan cara agar aspirasi kami bisa sampai ke tahap realisasi,” ungkap salah satu warga. Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara legislatif dan masyarakat, sehingga pembangunan di Kota Cirebon lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Anak Sekolah Sudah Masuk, Gaji Ke-13 ASN Kota Cirebon Masih Belum Cair: Alarm Bagi Kondisi Fiskal Daerah

APBD CIREBON JADI SOROTAN   CIREBON SUARA, Kota Cirebon – Hingga 13 Juli 2026, gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Cirebo...