Minggu, 28 Juni 2026

Festival Kesenian Harjamukti Bangkit Lagi Setelah 28 Tahun, Panggung Talenta Lokal Curi Perhatian Warga

 

Foto Bersama Camat Harjamukti dan Lurah Harjamukti


CIREBON SUARA – Setelah vakum hampir tiga dekade, Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti akhirnya kembali digelar. Bertempat di halaman Kantor Kelurahan Harjamukti, Sabtu (27/6/2026), festival ini sukses menyedot antusiasme masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.


Kembalinya festival ini menjadi momen yang penuh makna. Tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya khas Cirebon.


Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Cirebon Agung Supirno dan Ruri Tri Lesmana, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Agus Suherman, Forkopimcam Harjamukti, tokoh masyarakat, serta para Ketua RW dan RT.

Penampilan Tarian Jaipong oleh Warga Lokal


Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat kekompakan masyarakat.


"Alhamdulillah seluruh Ketua RW dan RT memberikan dukungan penuh. Hampir satu bulan kami terus membangun komunikasi dan koordinasi agar festival ini bisa berjalan dengan baik sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan Hari Jadi Cirebon ke-599," ujarnya.


Sebanyak 12 penampilan menghiasi panggung festival. Menariknya, seluruh penampil merupakan putra-putri asli Kelurahan Harjamukti yang menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari Tari Topeng, Tari Samba, hingga atraksi pencak silat.

Turut hadir Forkopimcam dan Anggota DPRD


Menurut Beny, potensi seni yang dimiliki masyarakat Harjamukti sangat besar dan layak mendapat ruang untuk terus berkembang.


"Semua penampil adalah warga lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa Harjamukti memiliki banyak talenta yang mampu menjaga dan melestarikan budaya Cirebon," katanya.


Ia berharap kesempatan tampil dalam berbagai agenda budaya tingkat kota nantinya juga dapat menjadi wadah bagi para seniman lokal Harjamukti untuk terus berkarya.


"Kami siap apabila nantinya mendapat kesempatan tampil dalam agenda yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cirebon. Insya Allah para pelaku seni dari Harjamukti siap memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas," tambahnya.


Sementara itu, Camat Harjamukti, Raden Yuki Maulana Hidayat, SSTP, menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi bukti nyata tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.


Menurutnya, setiap RW memiliki ciri khas yang ditampilkan dalam festival sehingga memperlihatkan kekayaan budaya yang dimiliki wilayah Harjamukti.


"Alhamdulillah di bawah koordinasi Pak Lurah Harjamukti, seluruh masyarakat bisa berpartisipasi dengan sangat baik. Masing-masing RW menampilkan keunikan budaya yang dimiliki sebagai bentuk kecintaan terhadap adat dan tradisi," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan hanya melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial.


"Semangat menjaga budaya harus terus hidup. Tidak hanya lewat tarian atau pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebersamaan masyarakat yang saling mendukung. Semoga Festival Kesenian Harjamukti menjadi awal dari tradisi yang terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.


Kembalinya Festival Kesenian Harjamukti menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, panggung ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan budaya Cirebon agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Tokoh Pemuda Harjamukti Apresiasi Festival Kesenian: "Budaya Jangan Cuma Jadi Kenangan, Harus Terus Hidup!"

 

Penampilan Tari Jaipong

CIREBON SUARA – Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Harjamukti, Kang Ajay, yang menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat pelestarian budaya di tengah masyarakat.


Menurut Kang Ajay, penyelenggaraan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.


"Saya sangat mengapresiasi Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti ini. Dari informasi para Ketua RW, pentas kesenian seperti ini terakhir kali diselenggarakan sekitar tahun 1998. Artinya, setelah puluhan tahun akhirnya budaya kita kembali tampil dan dirasakan masyarakat," ujarnya.


Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun, baik dalam rangka Hari Jadi Kota Cirebon maupun menjadi agenda mandiri Kelurahan Harjamukti.


"Harapan saya, festival seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Jangan sampai berhenti di sini, karena budaya harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,"tambahnya.


Kang Ajay juga memberikan apresiasi kepada Lurah Harjamukti, Beny S.Sos, yang baru menjabat namun dinilai mampu membangun kolaborasi dengan seluruh paguyuban RW hingga festival tersebut berhasil terselenggara.


Menurutnya, keberhasilan acara ini semakin istimewa karena terlaksana melalui semangat gotong royong masyarakat tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.


"Pak Lurah Beny memang baru menjabat, tapi beliau berhasil merangkul seluruh paguyuban RW untuk bersama-sama menyukseskan festival ini. Yang paling luar biasa, kegiatan ini bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Ini bukti bahwa kalau masyarakat kompak, hal besar bisa diwujudkan," katanya.


Lebih lanjut, Kang Ajay menyoroti besarnya potensi seni dan budaya yang dimiliki masyarakat Harjamukti. Ia menilai masih banyak talenta lokal yang layak diberikan ruang untuk tampil dan berkembang.


"Kita seharusnya bangga karena masyarakat Harjamukti punya banyak seniman dan talenta yang terus melestarikan budaya-budaya khas Cirebon. Festival ini membuktikan bahwa budaya kita masih hidup, tinggal bagaimana kita terus memberi ruang agar tetap berkembang," tuturnya.


Festival Kesenian Kelurahan Harjamukti sendiri menjadi ajang berkumpulnya berbagai kelompok seni tradisional dan masyarakat dari berbagai RW. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta komitmen warga dalam menjaga identitas budaya Cirebon agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


"Budaya bukan cuma warisan masa lalu, tapi identitas yang harus terus kita hidup

kan untuk masa depan."

Minggu, 07 Juni 2026

Warga Cangkol Selatan RW 06 Kompak Kerja Bakti, Lingkungan Bersih Kebersamaan Makin Erat




CIREBON, CIREBON SUARA – Budaya gotong royong masih terus terjaga di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan warga Cangkol Selatan RW 06, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada akhir pekan.


Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan mulai berkumpul untuk membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Mulai dari pengurus RW, tokoh masyarakat, pemuda hingga warga setempat tampak antusias bergotong royong membersihkan sejumlah titik lingkungan.


Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan saluran air, pemangkasan rumput liar, pengangkutan sampah, hingga penataan lingkungan agar terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.


Ketua RW 06 Cangkol Selatan, Dwi Juliantoro, mengatakan kerja bakti merupakan agenda yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antar warga.


“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Alhamdulillah, warga sangat antusias dan kompak mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.


Menurut Dwi, lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen warga menjadi modal utama dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sehingga semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat dapat terus terpelihara.



Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kerja bakti juga menjadi ruang silaturahmi yang efektif bagi warga. Di tengah kesibukan masing-masing, kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antar warga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.


Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Cangkol Selatan RW 06 menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan keharmonisan masyarakat.


Dengan kolaborasi dan kekompakan yang terus terjaga, warga berharap lingkungan Cangkol Selatan dapat menjadi kawasan yang semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh masyarakat. (KJ/CS)

Festival Kesenian Harjamukti Bangkit Lagi Setelah 28 Tahun, Panggung Talenta Lokal Curi Perhatian Warga

  Foto Bersama Camat Harjamukti dan Lurah Harjamukti CIREBON SUARA – Setelah vakum hampir tiga dekade, Festival Kesenian Kelurahan Harjamukt...