Tampilkan postingan dengan label netizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label netizen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2026

Dug Dug Ramadan 2026 Hadir di Hotel Neo Cirebon, Sajikan Iftar Hangat Penuh Kebersamaan

 

Paket Dug Dug Ramadhan Hotel Neo Cirebon

Cirebon, Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Neo Cirebon kembali menghadirkan program spesial tahunan bertajuk “Dug Dug Ramadan 2026”. Mengusung konsep buka puasa yang hangat, variatif, dan penuh kebersamaan, program ini siap menjadi pilihan utama masyarakat Cirebon untuk menikmati momen iftar bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Terinspirasi dari tradisi “dug dug” yang menjadi penanda waktu berbuka puasa, Dug Dug Ramadan tahun ini menawarkan pengalaman kuliner yang kaya rasa. Perpaduan cita rasa Nusantara dan sentuhan Asia menjadi daya tarik utama, menghadirkan sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga menggugah selera.

Para tamu akan dimanjakan dengan aneka takjil, hidangan pembuka, sajian utama, hingga pilihan dessert yang beragam. Setiap menu dirancang untuk memberikan pengalaman berbuka yang berbeda setiap harinya, sehingga tamu tidak akan merasa bosan meski datang berkali-kali selama bulan Ramadan.

Adapun sejumlah menu unggulan yang dihadirkan antara lain Nasi Kebuli, Nasi Mandhi, Nasi Goreng Kimchi, Katsu Chicken Rice, Nasi Lemak, Teppanyaki Vegetable, serta Chicken Rice. Kombinasi menu khas Timur Tengah, Asia, hingga Nusantara ini diharapkan mampu menjangkau selera berbagai kalangan.

Tidak hanya dari sisi kuliner, suasana berbuka juga menjadi perhatian utama. Hotel Neo Cirebon menghadirkan dekorasi khas Ramadan yang hangat dan nyaman, menciptakan atmosfer yang mendukung momen kebersamaan. Setiap akhir pekan, tamu juga dapat menikmati live music yang menambah kesan santai dan berkesan selama berbuka puasa.

Program ini dinilai cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari gathering perusahaan, reuni, arisan, hingga acara buka puasa bersama komunitas. Dengan kapasitas dan fasilitas yang memadai, hotel ini berupaya memberikan pengalaman berbuka yang nyaman dan tertata.

Dug Dug Ramadan 2026 berlangsung sepanjang bulan Ramadan dengan penawaran harga yang kompetitif. Harga reguler iftar dibanderol sebesar IDR 115.000 per orang, sementara untuk private iftar sebesar IDR 130.000 per orang.

Sebagai bentuk apresiasi kepada tamu, Hotel Neo Cirebon juga menghadirkan sejumlah promo menarik. Pada hari pertama dan kedua Ramadan, tersedia promo Early Bird seharga IDR 99.000 per orang. Selain itu, terdapat pula harga khusus Hotelier sebesar IDR 65.000 per orang.

Tak hanya itu, promo “Buy 15 Get 1 Free” turut melengkapi penawaran Ramadan tahun ini, sehingga semakin menarik bagi tamu yang datang dalam jumlah besar. Setiap minggunya, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan doorprize yang akan diundi secara berkala.

Hotel Manager Hotel Neo Cirebon, Weni Febriani, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan alternatif berbuka puasa yang tidak hanya mengedepankan kualitas makanan, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan.

“Melalui program Dug Dug Ramadan 2026, kami ingin menghadirkan alternatif pilihan berbuka puasa yang tidak hanya menawarkan ragam kuliner berkualitas, tetapi juga suasana kebersamaan yang hangat bagi masyarakat Cirebon,” ujarnya.

Program Dug Dug Ramadan 2026 terbuka bagi tamu hotel maupun masyarakat umum selama periode Ramadan. Untuk informasi dan pemesanan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp resmi Hotel Neo Cirebon di 0812-9000-9985 (chat only).

Dengan konsep yang matang, pilihan menu yang variatif, serta beragam promo menarik, Dug Dug Ramadan 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi berbuka puasa favorit di Cirebon tahun ini.

Setahun Edo–Farida: Gaspol Transformasi, Kota Udang Makin Caang di Tengah Mode Hemat Anggaran

 

Foto Bersama Edo-Farida



CirebonSuara - Gen Z bilang, “pressure makes diamonds.” Nah, vibes itu yang lagi kerasa di Kota Cirebon. Satu tahun duet kepemimpinan Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati jalanin roda pemerintahan, narasinya bukan sekadar laporan seremonial. Ini tentang gimana bertahan, ngebut, tapi tetap waras di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Tagline “Setara Berkelanjutan” bukan cuma jadi quote manis di backdrop acara resmi. Di tahun pertama ini, konsep itu diuji langsung oleh realitas: anggaran harus lebih hemat, prioritas harus makin tajam, dan pelayanan publik gak boleh kendor. Buat sebagian daerah, efisiensi bisa jadi rem tangan. Tapi di Cirebon, justru dicoba jadi pedal gas yang lebih terkontrol.

Efisiensi Bukan Alasan Buat Kendor

Kondisi fiskal yang ketat bikin Pemkot harus muter otak. Program yang kurang berdampak langsung ke masyarakat mulai dipilah. Fokusnya digeser ke sektor-sektor krusial: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Bahasa gampangnya, yang penting-penting dulu yang dikuatin.

Strategi ini nunjukin satu hal: hemat bukan berarti stagnan. Justru dari skema efisiensi itu, ruang fiskal dibuka untuk program yang lebih terasa manfaatnya. Mulai dari perbaikan fasilitas umum, penguatan layanan kesehatan masyarakat, sampai dukungan akses pendidikan buat warga yang membutuhkan.

Gen Z mungkin bakal bilang, “ini mah budgeting versi upgrade.” Karena alih-alih potong sana-sini tanpa arah, pendekatannya lebih ke realokasi cerdas. Uang rakyat dipastikan balik lagi ke rakyat dalam bentuk layanan yang konkret.

Birokrasi Naik Level, Gak Cuma Wacana

Salah satu capaian yang cukup bikin bangga adalah predikat “Unggul” dalam Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dari Lembaga Administrasi Negara. Buat yang belum familiar, IKK ini jadi semacam rapor buat kualitas kebijakan publik di daerah.

Predikat unggul artinya kebijakan yang dibuat gak asal jadi, tapi berbasis data, analisis, dan proses yang terukur. Ini penting banget, apalagi di era sekarang ketika publik makin kritis dan melek informasi. Salah langkah dikit, bisa viral dalam hitungan menit.

Capaian ini nunjukin kalau pembenahan birokrasi gak cuma di permukaan. Ada upaya serius buat bikin tata kelola pemerintahan lebih rapi, transparan, dan adaptif. Di tengah stigma bahwa birokrasi itu ribet dan lambat, Cirebon coba tampil beda.

Investasi Masuk, Ekonomi Ikut Ngebut

Selain urusan internal pemerintahan, sektor investasi juga jadi sorotan. Realisasi investasi yang dilaporkan melampaui target jadi sinyal positif buat iklim usaha di kota ini. Stabilitas politik dan kepastian regulasi jadi faktor yang bikin investor lebih pede masuk.

Buat anak muda Cirebon, kabar ini harusnya jadi angin segar. Investasi bukan cuma soal angka di laporan, tapi juga potensi lapangan kerja, peluang usaha baru, dan ekosistem ekonomi yang makin hidup. Kalau sektor riil bergerak, UMKM juga ikut kecipratan.

Di tengah tantangan global yang gak menentu, capaian ini jadi bukti bahwa kota kecil pun bisa kompetitif, asal strategi dan komunikasinya jelas.

Cirebon Caang dan Infrastruktur Kolaboratif

Salah satu program yang cukup ikonik adalah “Cirebon Caang”, yang fokus pada penerangan jalan umum. Lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), pembangunan infrastruktur gak melulu bergantung pada APBD.

Model kolaboratif ini nunjukin kalau pembangunan bisa dikerjakan bareng-bareng. Pemerintah tetap pegang kendali, tapi sektor swasta dilibatkan untuk mempercepat realisasi. Hasilnya? Titik-titik gelap mulai berkurang, rasa aman meningkat, dan aktivitas warga di malam hari jadi lebih nyaman.

Buat kota yang terus berkembang, pencahayaan bukan cuma soal lampu nyala. Ini soal rasa aman, soal ruang publik yang hidup, dan soal identitas kota yang makin modern.

Pendidikan dan Sosial: Jangan Sampai Ada yang Tertinggal

Di sektor pendidikan, perhatian diarahkan pada akses dan pemerataan. Program bantuan pendidikan seperti Kartu Idola Pendidikan jadi salah satu bentuk intervensi supaya anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa sekolah dengan layak.

Semangat “setara” di sini terasa relevan. Karena pembangunan gak melulu soal beton dan aspal. Investasi paling mahal itu justru di sumber daya manusia. Kalau generasi mudanya kuat, kota juga bakal tahan banting dalam jangka panjang.

Layanan kesehatan juga diperkuat, terutama di level dasar. Upaya preventif dan peningkatan fasilitas jadi fokus agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat dan terjangkau.

Gaya Kepemimpinan yang Adaptif

Dalam setahun ini, gaya komunikasi kepemimpinan juga terlihat lebih adaptif. Pendekatan kolaboratif, keterbukaan terhadap kritik, dan upaya membangun narasi optimisme jadi bagian dari strategi.

Tentu, perjalanan masih panjang. Satu tahun pertama ini lebih ke fase fondasi. Masih banyak PR yang harus dibereskan, mulai dari persoalan klasik perkotaan sampai tantangan ekonomi yang dinamis. Tapi setidaknya, arah kompasnya sudah jelas.

Buat warga Cirebon, terutama generasi muda, momen ini bisa jadi refleksi bareng. Kota ini bukan cuma tempat lahir dan besar, tapi ruang masa depan yang lagi dibentuk pelan-pelan. Efisiensi anggaran mungkin jadi tantangan, tapi kalau dikelola dengan visi yang kuat, justru bisa jadi momentum transformasi.

Setahun sudah berlalu. Edo–Farida mencoba membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan semangat “Setara Berkelanjutan”, Kota Udang pelan tapi pasti lagi menata diri.

Dan seperti kata anak Gen Z, “progress over perfection.” Yang penting gerak dulu, benahi sambil jalan, dan tetap dengerin suara warga. Karena pada akhirnya, kota yang keren bukan cuma yang infrastrukturnya megah, tapi yang warganya merasa dilibatkan dan diperhatikan.

Cirebon lagi berproses. Caang jalannya, kuat fondasinya, dan semoga makin setara buat semua


Kamis, 05 Februari 2026

Motor Digembok Gegara Parkir Sembarangan di Depan CSB Mall, Ini Aturan yang Perlu Kamu Tahu

 

Penindakan Parkir Liar di Atas Trotoar Jl Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon


CIREBONSUARA — Parkir sebentar tapi nyusahin orang lain? Hati-hati. Puluhan motor yang nekat parkir di trotoar depan CSB Mall Cirebon akhirnya digembok petugas. Aksi ini jadi bukti kalau parkir liar sekarang bukan cuma ditegur, tapi langsung ditertibkan.

Penertiban dilakukan oleh petugas gabungan yang fokus membersihkan trotoar dan bahu jalan dari kendaraan bermotor. Area yang seharusnya jadi hak pejalan kaki malah berubah jadi “parkiran dadakan”, bikin orang terpaksa jalan di badan jalan.

Alih-alih ditilang di tempat, motor yang melanggar langsung dirantai dan pemiliknya diminta datang untuk proses pendataan dan pembinaan. Kaget? Banyak. Kapok? Harapannya begitu.


Kenapa Parkir Liar Ditindak?

Buat yang masih mikir, “Cuma sebentar kok,” ini alasannya kenapa parkir liar nggak bisa ditoleransi:

  • Trotoar itu hak pejalan kaki, bukan motor

  • Parkir di bahu jalan bisa bikin macet dan rawan kecelakaan

  • Pejalan kaki (termasuk lansia & difabel) jadi korban utama

  • Kota jadi semrawut dan nggak ramah publik

Intinya: nyaman buat satu orang, ribet buat banyak orang.


Aturan Parkir yang Wajib Kamu Tahu

Biar nggak kena gembok dadakan, ini poin pentingnya:

  • 🚫 Dilarang parkir di trotoar

  • 🚫 Dilarang parkir di bahu jalan utama

  • 🚫 Dilarang parkir di zona rambu larangan parkir

  • ✅ Parkir hanya di lahan resmi yang disediakan

Pelanggaran parkir termasuk pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum.
Kalau bandel dan ngulang, pelanggar bisa kena:

  • Sanksi administratif

  • Denda hingga ratusan ribu rupiah

  • Penindakan lebih tegas ke depannya


Pesan Buat Warga

Petugas menegaskan, penertiban ini bukan buat nyari ribut, tapi ngingetin kalau ruang publik itu milik bersama. Ke depan, operasi serupa bakal terus dilakukan, apalagi di titik-titik ramai.

Jadi, sebelum parkir:
👉 lihat sekitar
👉 cek rambu
👉 pikirin orang lain

Karena parkir sembarangan itu bukan rebel, tapi egois

Sabtu, 13 Desember 2025

Siswi SMPN 1 Karangsembung Raih Juara 2 Lomba Cerpen Hakordia 2025

 

Meydiani Nafisa Salsabila Handoko Menerima Hadiah di Ballroom Hotel Aston Cirebon


CIREBON SUARA — Prestasi membanggakan diraih oleh siswi SMP Negeri 1 Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Meydiani Nafisa Salsabila Handoko, siswi kelas IX A, berhasil meraih Juara 2 Lomba Bikin Cerpen kategori umum dalam rangka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.


Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Karangsembung, H. Sugono, M.Pd, menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam ajang Hakordia merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.


“Sekolah mendukung keikutsertaan siswa dalam kegiatan Hakordia 2025 untuk meningkatkan kemampuan literasi dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi,” ujar H. Sugono, Sabtu (13/12/2025).

Ia menilai Meydiani memiliki potensi yang sangat baik dalam bidang kepenulisan, khususnya cerpen, dengan kemampuan berpikir kreatif dan kritis yang menonjol.


“Meydiani memiliki potensi yang sangat baik dalam menulis cerpen. Karyanya menunjukkan pemikiran yang kreatif dan kritis,” ungkapnya.

Selama proses persiapan lomba, pihak sekolah memberikan dukungan penuh berupa pembinaan khusus serta pendampingan guru. Menurut H. Sugono, literasi menjadi media efektif dalam menanamkan nilai integritas dan kejujuran kepada peserta didik.

Penyerahan dari Kepala Sekolah SMPN 1 Karangsembung


“Menanamkan nilai antikorupsi melalui literasi sangat penting untuk membangun kesadaran siswa akan integritas dan kejujuran,” tegasnya.


Sementara itu, Meydiani Nafisa Salsabila Handoko mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya serta dukungan yang diberikan oleh sekolah.


“Saya sangat bersyukur bisa meraih juara 2. Dukungan dari kepala sekolah dan para guru sangat berarti dan membuat saya lebih percaya diri,” ujar Meydiani.


Ia menjelaskan bahwa cerpen yang ditulisnya mengangkat pesan tentang pentingnya kejujuran dan sikap berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.


“Melalui cerpen ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk berani jujur dan tidak membiasakan hal-hal kecil yang mengarah pada ketidakjujuran,” katanya.


Meydiani berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani berkarya dan mengikuti kegiatan positif.


“Semoga ini bisa memotivasi teman-teman lain agar tidak ragu untuk mencoba dan mengembangkan kemampuan diri,” pungkasnya.


Ke depan, SMPN 1 Karangsembung berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, khususnya di bidang literasi, melalui berbagai program pembinaan. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Hakordia 2025 atas kesempatan yang telah diberikan.

Minggu, 16 November 2025

Reses di RW 12 Kalijaga, Erry Yudistira Gaspol Komitmen Perbaiki Infrastruktur

Anggota DPRD Kota Cirebon Erry Yudistira, SH Melakukan Reses MP 1 di RW 12 Kelurahan Kalijaga


CirebonSuara — Anggota DPRD Kota Cirebon, Erry Yudistira, turun langsung ke RW 12 Kelurahan Kalijaga buat ngumpulin aspirasi warga dalam agenda reses terbaru. Suasananya santai tapi serius, dan Erry langsung ngegas dengan komitmen memperbaiki infrastruktur yang selama ini jadi unek-unek warga.


Di hadapan warga, Erry menyampaikan kalau pengaspalan di beberapa titik RW 12 udah direalisasikan. Tapi dia nggak berhenti di situ — perbaikan lainnya bakal dikerjain bertahap biar semua sektor kebagian sentuhan.


Masalah drainase mampet juga ikut disorot. Menurut Erry, itu jadi salah satu penyebab banjir di pemukiman. Dia bakal nge-push instansi terkait buat beresin saluran yang bermasalah. Cuma dia juga ngingetin warga buat bareng-bareng jaga kebersihan lingkungan, biar saluran air nggak gampang buntu. Teamwork makes the dream work, guys.


Selain infrastruktur, warga juga nyampein kebutuhan soal gerobak sampah. Erry langsung nge-iyain dan siap ngejuangin itu di pembahasan anggaran berikutnya.


Terkait pembangunan jalan, Erry ngejelasin kalau perbaikan jalan lain yang masih rusak bakal mulai dikerjain 2026. Dia juga nyebut jalan Ciremai Raya sebagai contoh titik yang udah dibikin “lebih kece” dari sebelumnya.


Meski ada warning soal APBD 2026 yang diprediksi turun, Erry bilang dia tetap komit memperbaiki infrastruktur di Kelurahan Kalijaga. “Anggaran naik-turun mah biasa, yang penting program tetap jalan,” kira-kira begitu vibe-nya.


Reses ini jadi momentum warga RW 12 buat nyampein langsung kebutuhan, dan Erry kelihatannya siap buat nge-handle semua PR itu — pelan tapi pasti.

Rabu, 12 November 2025

Kelurahan Kecapi Siapkan Perahu Karet & Pelampung, Siaga Hadapi Musim Hujan

Siaga Banjir, Kelurahan Kecapi Menyiapkan Peralatan


Cirebon Suara – Musim hujan udah mulai datang nih! 🌧️ Antisipasi biar nggak kewalahan pas debit air naik, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mulai gerak cepat buat siap-siaga hadapi potensi banjir.


Lurah Kecapi, Wawan Gunawan, bilang pihaknya udah nyiapin berbagai perlengkapan tanggap darurat — mulai dari perahu karet sampai pelampung buat evakuasi warga kalau situasi mendesak.


 “Kami sudah siapkan perahu karet dan pelampung supaya kalau ada kondisi darurat bisa langsung dipakai buat evakuasi,” kata Wawan, Rabu (12/11/2025).


Nggak cuma itu, tim kelurahan juga terus ngingetin warga biar tetap waspada, terutama yang tinggal di area rawan genangan air.


“Kami imbau masyarakat jaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, dan pastikan saluran air tetap lancar,” tambahnya.



Biar makin sigap, Kelurahan Kecapi juga udah koordinasi bareng BPBD Kota Cirebon dan aparat terkait buat mantau cuaca dan nyiapin titik evakuasi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.


“Harapannya, dengan kesiapan ini kita bisa cegah dampak yang lebih besar saat hujan deras,” tutup Wawan.


Stay safe ya, warga Cirebon! Jangan lupa pantau terus info cuaca dan tetap jaga kebersihan lingkungan 💧


(SFR | Cirebon Suara)

Senin, 10 November 2025

Petinju Putri Kota Cirebon Ain'nun Nahijan Al-Zahra Melaju Ke Final POPNAS 2025

 

Atlet Tinju Putri Yang Mengharumkan Kota Cirebon

CIREBON SUARA — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Kota Cirebon. Atlet tinju putri muda berbakat, Ain’nun Najihan Al-Zahra, berhasil melaju ke babak final Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025.


Ain’nun, siswi SMA Negeri 8 Kota Cirebon, tampil gemilang mewakili Jawa Barat dan menjadi salah satu petinju muda yang sukses menorehkan prestasi di kancah nasional. Dengan semangat juang tinggi dan kemampuan teknis yang matang, Ain’nun berhasil mengamankan tiket ke final setelah melalui pertarungan sengit di babak semifinal.


Keberhasilan ini disambut penuh rasa bangga oleh jajaran Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Cirebon, yang menyebut Ain’nun sebagai wujud nyata dari pembinaan atlet muda yang konsisten dan berkelanjutan di tingkat daerah.


“Kami sangat bangga atas capaian Ain’nun. Ia menunjukkan bahwa atlet muda Cirebon mampu bersaing di level nasional. Semoga langkahnya di final nanti bisa membawa medali dan mengharumkan nama daerah,”ujar perwakilan PERTINA Kota Cirebon.


Selain Ain’nun, sejumlah atlet muda Cirebon juga tengah berjuang dalam berbagai cabang olahraga di ajang POPNAS 2025. Dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat menjadi dorongan penting bagi para pelajar untuk terus berkembang dan berprestasi.



POPNAS sendiri merupakan ajang olahraga pelajar tingkat nasional yang diikuti oleh atlet-atlet muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Tahun 2025 ini, kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring bakat potensial dan mempersiapkan generasi penerus atlet nasional.


Melalui pencapaian Ain’nun Najihan Al-Zahra, Kota Cirebon kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan potensi besar di bidang olahraga, khususnya cabang tinju.


📍 Nama: Ain’nun Najihan Al-Zahra

🏫 Sekolah: SMA Negeri 8 Kota Cirebon

🥊 Cabang: Tinju Putri

🏆 Ajang: POPNAS 2025

Swiss-Belhotel Cirebon Siapkan Pesta Tahun Baru Bertema “Rockaholic Localicious"

 

New Year Eve Parti di Swiss-Belhotel Cirebon

CIREBON SUARA — Menyambut tahun baru 2026, Swiss-Belhotel Cirebon menghadirkan pesta pergantian tahun yang meriah bertajuk “Rockaholic Localicious”. Acara ini akan digelar pada 31 Desember 2025, mengusung semangat musik Rock & Roll yang penuh energi dan keceriaan.


Pesta malam tahun baru kali ini bakal dimeriahkan dengan konser musik, tarian, serta hiburan spektakuler seperti Live Band, Lipsync Battle, Modern Dance, Cabaret Show, Food Parade, hingga penampilan DJ yang siap menemani detik-detik pergantian tahun. Tak ketinggalan, pesta kembang api juga akan jadi puncak kemeriahan malam itu.


Untuk tamu yang ingin menikmati malam pergantian tahun dengan pengalaman menginap mewah, Swiss-Belhotel menawarkan paket kamar dan makan malam mulai dari Rp2.080.000 di kamar Deluxe dengan pemandangan kota, sarapan pagi, dan makan malam buffet all you can eat.


Bagi masyarakat yang ingin merayakan tanpa menginap, tersedia juga paket buffet all you can eat dengan harga mulai dari Rp358.000 per orang selama November, dan Rp398.000 untuk pemesanan di bulan Desember.


Menu buffet akan menyajikan beragam hidangan spesial dari lokal hingga internasional seperti Kambing Guling, Ayam Bakar Padang, Ikan Gurame Goreng, Peking Duck, XO String Bean, Pan Fried Barramundi with Chimichurri, hingga aneka pasta dan dessert.


General Manager Swiss-Belhotel Cirebon, Imam Nugroho, mengatakan bahwa tema tahun ini dipilih untuk menghadirkan suasana berbeda dan penuh semangat bagi para tamu.


> “Dengan tema Rockaholic Localicious, kami ingin memberikan pengalaman pergantian tahun yang berkesan dan tak terlupakan bagi setiap tamu,” ujarnya.


Swiss-Belhotel Cirebon sendiri dikenal sebagai hotel bintang empat yang berlokasi strategis di jantung Kota Cirebon, menawarkan kombinasi antara kenyamanan, pelayanan ramah, dan fasilitas premium.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi (https://www.swiss-belhotel.com) atau Instagram resmi @swissbelhotelcrb .

Sabtu, 25 Oktober 2025

Hotel Neo Cirebon Jadi Lokasi Kegiatan Sales Blitz Archipelago International

 

Tim Sales Blitz Ciayumajakuning

CIREBON SUARA – Archipelago International, jaringan hotel swasta independen terbesar di Asia Tenggara, kembali memperluas jangkauan bisnisnya lewat kegiatan Sales Blitz di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2025 ini dipusatkan di Hotel Neo Cirebon dan diikuti oleh perwakilan hotel dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Selama tiga hari, tim Sales Blitz melakukan kunjungan langsung (corporate visit) ke sejumlah instansi dan perusahaan, di antaranya Pelindo Cirebon dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Cirebon. Tujuannya untuk memperkuat jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan berbagai brand hotel di bawah naungan Archipelago International seperti ASTON, HUXLEY, Alana, Harper, Quest, Hotel NEO, Fave, dan lainnya.



Rodifan Fakhri, Sales Marketing Manager Hotel Neo Cirebon, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Kota Udang.

“Kegiatan Sales Blitz ini merupakan agenda rutin di berbagai wilayah di Indonesia, dan kami merasa bangga karena kali ini Cirebon dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan. Harapannya, instansi dan korporasi yang kami kunjungi bisa semakin mengenal jaringan hotel Archipelago International dan menjadikan kami mitra utama dalam berbagai kebutuhan perjalanan,” ujarnya.

Archipelago International sendiri konsisten membangun sinergi di industri perhotelan dan melihat wilayah Jawa Barat serta Jabodetabek sebagai pasar potensial. Dengan meningkatnya kebutuhan akomodasi dan mobilitas bisnis, kegiatan seperti Sales Blitz menjadi ajang penting untuk memperkuat hubungan dengan mitra, meningkatkan visibilitas brand, serta membuka peluang bisnis baru di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kamis, 14 Agustus 2025

Serap Aspirasi Warga, Agung Supirno Gelar Reses di Harjamukti

Humas Wali Kota Cirebon

CIREBON SUARA – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Golkar, Agung Supirno, menggelar Reses Masa Persidangan (MP) III Tahun Sidang ke-1 2024/2025 di Pondok Muawanah RW 10, Penggung Utara, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Rabu (13/8/2025) malam. Reses tersebut dihadiri langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Keduanya berinteraksi dengan warga untuk menyerap aspirasi dan mendengar harapan masyarakat secara langsung.


Suasana pertemuan berlangsung hangat, diikuti warga dari berbagai RW. Berbagai masukan mengemuka, mulai dari perbaikan infrastruktur, penataan lingkungan, peningkatan fasilitas umum, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat. Agung Supirno menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi bagian dari pokok pikirannya di DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Reses ini momen penting memastikan kebutuhan warga benar-benar terdengar dan menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya.



Wali Kota Effendi Edo mengapresiasi pelaksanaan reses ini. Ia menegaskan komitmen Pemkot untuk bersinergi dengan DPRD menindaklanjuti usulan masyarakat, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

“Kita akan lihat bersama, mana yang bisa segera ditangani, dan mana yang akan masuk rencana tahun depan,” jelasnya.

Edo juga mengajak warga untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta berkolaborasi dalam pembangunan. “Pembangunan harus dilakukan bersama. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung,” tegasnya.



Warga yang hadir mengaku senang bisa langsung menyampaikan keluhan dan harapan mereka kepada wakil rakyat dan kepala daerah, dengan harapan aspirasi tersebut segera terealisasi demi kemajuan Harjamukti dan kesejahteraan warganya. Reses ditutup dengan dialog interaktif, di mana warga bebas bertanya dan mendapat jawaban langsung dari Agung Supirno maupun Wali Kota Cirebon.

Erry Yudistira Serap Aspirasi Warga Kalijaga dan Edukasi Soal Usulan Pembangunan

Sumber : Dokpri E1

CIREBON SUARA – Masa reses menjadi momen penting bagi anggota DPRD Kota Cirebon untuk turun langsung ke masyarakat. Hal ini dimanfaatkan oleh Erry Yudistira Ramadhan saat menyambangi warga RW 14, Kelurahan Kalijaga, Rabu (13/8/2025) di Balai Pertemuan Masyarakat (Bapermas).



Dalam agenda reses masa persidangan II tahun 2025 ini, Erry tidak sekadar menampung aspirasi, tetapi juga memberikan edukasi terkait mekanisme pengusulan pembangunan. “Warga perlu tahu alur dan syarat agar usulan mereka bisa masuk ke rencana pembangunan daerah. Misalnya, kalau mau bangun fasilitas pendidikan, status tanahnya harus jelas,” terangnya. Sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penataan drainase, penambahan fasilitas umum, hingga rencana pembangunan sarana pendidikan. Erry menegaskan bahwa tidak semua usulan dapat terealisasi di tahun yang sama, namun pemahaman yang benar akan mempermudah proses pengawalan usulan di tingkat DPRD.



Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya sekaligus menyampaikan harapan. “Kami senang karena tidak hanya didengar, tapi juga diajarkan cara agar aspirasi kami bisa sampai ke tahap realisasi,” ungkap salah satu warga. Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara legislatif dan masyarakat, sehingga pembangunan di Kota Cirebon lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Minggu, 10 Agustus 2025

Mahasiswa KKN UIN Siber Edukasi Warga Mayung Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

 

Foto bersama Tim KKN

Mayung – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam kegiatan edukasi yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Bertempat di Balai Desa Mayung, para mahasiswa mengajak warga—khususnya ibu-ibu—untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat dan bernilai jual. 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap banyaknya limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berbahaya jika digunakan kembali untuk menggoreng. Melalui pelatihan ini, minyak jelantah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan lilin aromaterapi yang aman, estetik, dan beraroma menenangkan.

“Kami ingin mengedukasi warga bahwa sampah dan limbah bukan sekadar dibuang, tetapi bisa diolah menjadi produk kreatif yang punya nilai ekonomi,” ujar Zakiyah, penanggung jawab kegiatan.



Proses pembuatan lilin aromaterapi terbilang sederhana dan tidak memerlukan peralatan mahal. Minyak jelantah yang sudah disaring dicampur dengan lilin parafin, pewarna, serta aroma pilihan seperti lavender, vanila, atau kopi. Adonan lilin kemudian dituangkan ke cetakan unik—mulai dari gelas kaca bekas hingga wadah keramik mini—sehingga tampil menarik dan layak dijual. Tak hanya membekali keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Warga diajak melihat peluang usaha dari barang bekas sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.



Salah satu peserta pelatihan mengaku terinspirasi. “Saya pikir minyak jelantah hanya bisa dibuang. Ternyata bisa jadi produk cantik seperti ini. Bisa untuk usaha kecil-kecilan,” ungkapnya.

Kepala Desa Mayung mengapresiasi ide kreatif para mahasiswa KKN. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan diadopsi oleh masyarakat luas sebagai langkah nyata mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi warga.

Dengan edukasi ini, mahasiswa KKN kelompok 45 berharap warga Desa Mayung dapat menjadi pelopor dalam mengubah limbah menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual, serta menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan.

Jumat, 01 Agustus 2025

Mahasiswa KKN UIN SSC Ajak Anak TK Kelola Sampah Jadi Karya Kreatif di Desa Mayung



Desa Mayung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Salah satu program unggulannya adalah edukasi lingkungan di TK PGRI Mayung, yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan.


Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajak anak-anak TK untuk mengenal konsep daur ulang melalui pembuatan kolase dari potongan plastik bekas dan celengan dari botol minum yang sudah tidak terpakai. Bahan-bahan yang digunakan seperti bungkus kopi, plastik jajanan, hingga botol plastik, disulap menjadi karya yang lucu dan bermanfaat.

“Tujuan kami adalah menanamkan rasa peduli lingkungan sejak usia dini. Jika anak-anak sudah terbiasa memilah dan memanfaatkan sampah, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab,” ujar Sulhan Ari Rohadin, Ketua Kelompok KKN 45.


Kegiatan ini pun berlangsung meriah dan disambut antusias, tidak hanya oleh para siswa, tetapi juga para guru dan orang tua yang hadir. Kepala TK PGRI Mayung menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN atas pembelajaran yang inspiratif.

“Program ini sangat bagus dan bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sebagai media pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 45 berhasil menginspirasi tidak hanya anak-anak, tetapi juga masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan. Limbah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini bisa menjadi media edukasi yang kreatif dan memiliki nilai fungsional.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa berharap inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita.


Rabu, 30 Juli 2025

Tsunami Terdeteksi Usai Gempa Dahsyat M8,7 di Kamchatka Rusia, Gelombang Capai 1,3 Meter di Hawaii

 

Peta Guncangan

CirebonSuara.com – Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah dunia setelah gempa bumi magnitudo 8,7 mengguncang kawasan 185 km Tenggara Kamchatka, Rusia pada Rabu (waktu setempat). Data BMKG menunjukkan ketinggian gelombang bervariasi, mulai dari 0,07 meter hingga 1,3 meter.



Beberapa lokasi yang terdeteksi kenaikan tinggi muka laut antara lain:

🌊 Haleiwa, Hawaii – 1,3 m (12.35 WIB)

🌊 Hanalei, Hawaii – 1,0 m (12.20 WIB)

🌊 Kuril Island – 0,7 m (07.05 WIB)

🌊 Kamchatka Peninsula, Rusia – 0,8 m (06.51 WIB)

🌊 Ofunato, Jepang – 0,4 m (08.47 WIB)

🌊 Sorong, Papua – Indonesia – 0,2 m (14.35 WIB)

🌊 Depapre, Papua – Indonesia – 0,2 m (14.45 WIB)


Wilayah lain seperti Guam (AS), Jayapura, Sarmi, Legaspi (Filipina), dan beberapa kota pesisir Jepang juga melaporkan adanya gelombang kecil sekitar 0,1–0,3 meter.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir Indonesia, khususnya wilayah timur seperti Papua dan Maluku, untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi.

“Pemutakhiran ini kami sampaikan agar masyarakat tetap siaga. Meski ketinggian gelombang yang terdeteksi relatif kecil, pantauan terus dilakukan,” tulis BMKG di situs resminya.


Informasi lengkap dan pembaruan terbaru bisa dicek di bmkg.go.id atau kanal resmi BMKG.

Rabu, 23 Juli 2025

Generasi Energi Bersih Cirebon Gelar TOT Guru Juara Energi: Dorong Sekolah Rendah Emisi!

 

Cirebon, 16 Juli 2025 – Generasi Energi Bersih Cirebon berhasil menggelar Training of Trainer (TOT) Guru Juara Energi – Wujudkan Guru Tangguh Menginspirasi dengan tema “Eco-Teacher, Eco-Leader: TOT Menuju Sekolah Rendah Emisi” di Aula DKUKMPP Kota Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan siswa-siswi SMA/SMK Negeri dari Kota dan Kabupaten Cirebon.

Agenda ini jadi bukti nyata komitmen Generasi Energi Bersih Cirebon dalam mendukung transisi energi bersih dan berkelanjutan**, sekaligus meningkatkan kapasitas guru serta siswa dalam memanfaatkan energi terbarukan lewat praktik langsung Kit PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).


“Guru punya peran penting sebagai agen perubahan yang bisa menularkan semangat peduli lingkungan ke siswa. Dari mereka, kesadaran lingkungan bisa tumbuh lebih luas,” ujar Sulistiawati, Ketua Generasi Energi Bersih Cirebon, saat membuka acara.

Dalam TOT ini, para guru mata pelajaran IPA, IPAS, Matematika, dan Fisika diajak mengenal lebih jauh energi terbarukan. Teguh Wiyatno, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi motor penggerak transisi energi dan kesadaran lingkungan.


Yang bikin seru, peserta juga praktik langsung merakit Kit PLTS bareng Kak Beyrra Triasdian. “Saya jadi lebih paham cara kerja PLTS dan bisa ngajarin langsung ke siswa,” ungkap Mukhammad Toni, guru dari SMA 1 Plumbon.

Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan Kalkulator Jejak Karbon oleh Muhammad Zulkifli. Mereka belajar cara menghitung emisi karbon dari aktivitas sehari-hari serta langkah-langkah untuk menguranginya.


Antusiasme peserta luar biasa! Guru dan siswa aktif berdiskusi, mencoba alat, bahkan setiap guru peserta pulang membawa satu unit Kit PLTS untuk praktik di sekolah. Rindi Septi Ani dari SMKN 1 Kedawung pun berharap, “Agenda seperti ini terus berlanjut supaya makin banyak guru dan siswa yang merasakan manfaatnya.”

Lewat TOT Guru Juara Energi, Generasi Energi Bersih Cirebon ingin melahirkan lebih banyak guru inspiratif yang siap mendorong terciptanya sekolah rendah emisi di wilayah Cirebon.

Dug Dug Ramadan 2026 Hadir di Hotel Neo Cirebon, Sajikan Iftar Hangat Penuh Kebersamaan

  Paket Dug Dug Ramadhan Hotel Neo Cirebon Cirebon, Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Neo Cirebon kembali menghadirkan pro...