Minggu, 20 Juli 2025

Mahasiswa KKN CIU Kembangkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Palir

 

CIREBON – Dalam rangka menjawab tantangan ketahanan pangan di tingkat keluarga, mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) dari Kelompok 111 KKN Konvensional resmi memulai masa pengabdian mereka di Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Program yang diusung bertajuk “Urban Farming dan Ketahanan Pangan Keluarga.”

Ketua Kelompok 111 KKN Konvensional, Muhamad Sulendra, menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar praktik pertanian, tetapi juga bertujuan memberikan edukasi agar masyarakat sadar akan pentingnya memanfaatkan lahan sempit dan limbah rumah tangga sebagai potensi pangan berkelanjutan.



“Kami ingin mendorong masyarakat agar bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, meskipun dengan keterbatasan lahan. Melalui urban farming, masyarakat bisa menghasilkan sayuran dan buah sendiri, sehat, dan hemat,” jelas Sulendra.

Dalam sesi belajar menanam, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari Didi, mulai dari pembuatan media tanam, teknik penyemaian bibit, hingga perawatan tanaman yang tepat. Didi juga membagikan pengalaman tentang praktik pertanian yang ramah lingkungan serta efisien dari sisi biaya.



Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mewujudkan kedaulatan pangan di tingkat akar rumput. Semangat kolaboratif dengan tema “Serempak, Bergerak, dan Berdampak” menjadi ruh dari seluruh rangkaian pengabdian ini.

Ke depan, Kelompok 111 merencanakan pengembangan mini urban farm berbasis aquaponik serta budidaya ikan lele di dalam galon bekas yang dapat direplikasi oleh warga. Inovasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat desa.

Rabu, 25 Juni 2025

Patroli Malam, Cegah Tawuran & Balap Liar di Cirebon Selatan Timur!


Cirebon, 24 Juni 2025 — Selasa malam sekitar jam 9 malam, jajaran Polsek Cirebon Selatan Timur bareng Seksi Trantib Kecamatan Harjamukti dan Linmas dari Kecamatan Harjamukti turun ke lapangan dalam giat apel pra tugas sebelum patroli malam. Kegiatan ini jadi bagian dari KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) buat jaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Cirebon Seltim. Fokusnya? Ngeburu potensi gangguan keamanan kayak:

  • C3 (curas, curat, curanmor)
  • Tawuran konten
  • Balap liar
  • Dan penyakit masyarakat lainnya


Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP H. Joni Rahmat S., S.H., M.Si., mimpin langsung apel malam itu. Personel gabungan disebar ke titik-titik rawan buat mastiin wilayah tetap aman, apalagi pas malam hari yang rawan aktivitas negatif. Kolaborasi antara polisi dan pemerintah kecamatan ini jadi contoh kerja bareng yang konkret, demi bikin warga ngerasa aman dan nyaman.

๐Ÿ“ข Cirebon Suara: "Keamanan bukan cuma tugas aparat, tapi tanggung jawab bareng. Ayo jaga lingkungan kita bareng-bareng!"

Senin, 16 Juni 2025

TPA Kopi Luhur Disorot KLHK: Pemkot Cirebon Diberi Waktu 6 Bulan, Terancam Sanksi Pidana


 Cirebon Suara – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, jadi sorotan nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi menjatuhkan sanksi administratifkepada Pemerintah Kota Cirebon karena dinilai masih menerapkan praktik open dumping—yakni pembuangan sampah tanpa pengolahan yang sesuai standar lingkungan.

Tak main-main, Pemkot Cirebon diberi tenggat waktu 180 hari (6 bulan) untuk membenahi sistem pengelolaan sampah di TPA tersebut. Bila dalam waktu itu tidak ada perubahan signifikan, KLHK akan meningkatkan sanksi ke ranah pidana, sesuai ketentuan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


๐Ÿ“ Kunjungan Menteri dan Tindakan Tegas

Pada 13 Juni 2025, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung ke lokasi TPA Kopi Luhur, didampingi Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan sejumlah pejabat. Dalam kunjungan itu, KLHK memasang papan peringatan resmi serta garis kuning sebagai tanda bahwa pengawasan terhadap TPA ini kini masuk dalam status pengawasan ketat.


๐Ÿ› ️ KLHK Minta Perubahan Sistem

KLHK menekankan agar Pemkot segera meninggalkan sistem open dumping dan mulai menerapkan sanitary landfill, sistem pembuangan sampah yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk lebih aktif memilah sampah dari rumah, agar beban pengelolaan tak hanya ditanggung pemerintah.

“Kita ingin sistem partisipatif, jangan semua dibebankan ke APBD. Pemilahan sampah dari sumber harus jadi budaya bersama,” ujar Menteri Hanif.


๐Ÿงพ Pemkot Siap Tindaklanjuti

Wali Kota Effendi Edo menyampaikan komitmen Pemkot untuk menindaklanjuti peringatan KLHK. Menurutnya, Pemkot akan:

  • Memperbaiki sistem pengelolaan TPA,
  • Meningkatkan pemilahan sampah di TPS,
  • Melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kementerian untuk percepatan transformasi.


⏳ Tenggat Waktu: Desember 2025

Dengan waktu hingga Desember 2025, kini semua mata tertuju pada keseriusan Pemkot dalam menangani persoalan lingkungan ini. Gagal memperbaiki dalam 6 bulan? Pemkot bisa saja berhadapan dengan konsekuensi hukum yang lebih berat.


๐Ÿ“Œ Cirebon Suara akan terus memantau perkembangan TPA Kopi Luhur dan upaya perbaikan yang dilakukan. Sampah bukan sekadar tumpukan, tapi soal tanggung jawab bersama. ♻️

#CirebonSuara #KopiLuhur #LingkunganHidup #Sampah #CirebonUpdate #Harjamukti

Dug Dug Ramadan 2026 Hadir di Hotel Neo Cirebon, Sajikan Iftar Hangat Penuh Kebersamaan

  Paket Dug Dug Ramadhan Hotel Neo Cirebon Cirebon, Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Neo Cirebon kembali menghadirkan pro...