Cirebon dan sekitarnya dalam satu suara Media Online Cirebon
CIREBON SUARA Berita Lokal • Gen Z • Event • Lifestyle • UMKM
BREAKING Berita terbaru Cirebon dan sekitarnya hadir di Cirebon Suara.

Cirebon Suara

Selasa, 13 Oktober 2026

HiLo Hadirkan Protein Pagi dan Malam, Ajak Komunitas Cirebon Lebih Aktif dan Peduli Nutrisi



CIREBON, CIREBON SUARA — Menjalani gaya hidup aktif bukan cuma soal rutin berolahraga, tetapi juga tentang memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga pemulihan tubuh. Hal inilah yang diangkat HiLo melalui peluncuran dua produk terbarunya, HiLo Protein AM Daybreak Vanilla Cereal dan HiLo Protein PM Moonlight Original, yang turut diperkenalkan di Nutrihub Cirebon pada 10 Oktober 2026.


Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran serentak di sejumlah Nutrihub di berbagai kota di Indonesia. Di Cirebon, acara tersebut diikuti 28 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Cirebon Training Club, komunitas, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga penggemar kebugaran.


Tidak sekadar memperkenalkan produk, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan protein, aktivitas fisik, serta perawatan tubuh sebagai bagian dari gaya hidup sehat.


Area Marketing Manager Nutrifood Indonesia Jawa Barat, Nicolas Orlando, menyampaikan bahwa pemenuhan nutrisi tidak hanya perlu diperhatikan saat seseorang menjalani aktivitas pada siang hari, tetapi juga ketika tubuh memasuki waktu istirahat.


Menurutnya, kebutuhan tubuh pada pagi dan malam hari memiliki fokus yang berbeda. Pagi hari menjadi momen untuk mempersiapkan diri menjalani aktivitas, sedangkan malam hari merupakan waktu penting bagi tubuh untuk beristirahat dan menjalani proses pemulihan.


“HiLo menghadirkan dua solusi berbeda untuk dua kebutuhan berbeda, yaitu energi dan fokus untuk memulai hari, serta dukungan pemulihan saat tubuh beristirahat,” ujarnya.


Dua Produk untuk Melengkapi Kebutuhan Nutrisi Harian


HiLo Protein AM Daybreak Vanilla Cereal diperkenalkan sebagai pilihan praktis untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada pagi hari, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas padat yang membutuhkan asupan protein.


Produk ini mengandung 22 gram protein dari whey protein, 2.000 mg kolagen, serta serat dari 15 jenis biji-bijian atau multigrain.


Sementara itu, HiLo Protein PM Moonlight Original diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada malam hari. Produk ini mengandung tiga komponen utama, yakni casein protein, tryptophan, dan magnesium, yang masing-masing memiliki peran dalam mendukung pemenuhan protein, fungsi tubuh, serta relaksasi.


Melalui dua varian tersebut, HiLo mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan pola pemenuhan nutrisi sepanjang hari, tanpa melupakan pentingnya pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.


Running Drill hingga Edukasi Protein di Nutrihub Cirebon


Suasana kegiatan di Nutrihub Cirebon semakin aktif melalui rangkaian aktivitas fisik bersama peserta, termasuk running drill dan lari bersama. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai protein serta kesempatan mengikuti pemeriksaan kekuatan otot.


Keterlibatan komunitas dalam kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan edukasi kesehatan dengan keseharian masyarakat. Sebab, membangun gaya hidup sehat tidak harus dimulai dari perubahan besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang dijalankan secara konsisten.


Mulai dari memperhatikan asupan nutrisi, meluangkan waktu untuk bergerak, hingga menjaga kualitas tidur, seluruhnya menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mendukung gaya hidup aktif.


Melalui peluncuran HiLo Protein AM Daybreak Vanilla Cereal dan HiLo Protein PM Moonlight Original, HiLo berharap dapat menghadirkan pilihan nutrisi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, sehingga mereka dapat terus aktif, produktif, dan menjaga kebugaran tubuh.


Bagi masyarakat Cirebon, kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa hidup sehat bukan sekadar tren, melainkan kebiasaan yang perlu dibangun dan dijaga setiap hari.


Cirebon Suara — Informasi Lokal, Perspektif Anak Muda.


Minggu, 27 September 2026

Agenda Pimpinan Pemkot Cirebon Dipertanyakan, Ada Perbedaan Tanggal dalam Pencatatan Kegiatanr

 



CIREBON, Cirebon Suara — Pengelolaan agenda pimpinan Pemerintah Kota Cirebon menjadi perhatian setelah ditemukan adanya perbedaan antara tanggal kegiatan yang tercantum dalam dokumen undangan dengan tanggal yang muncul pada sistem Agenda Pimpinan.


Berdasarkan dokumen yang diperoleh, sebuah kegiatan yang secara resmi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 15.00 WIB tercatat dalam sistem Agenda Pimpinan pada Kamis, 24 September 2026 dengan waktu yang sama, yakni pukul 15.00 WIB.


Perbedaan tersebut menjadi pertanyaan tersendiri mengingat sistem Agenda Pimpinan merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan kegiatan pimpinan Pemerintah Kota Cirebon.


Secara kelembagaan, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) memiliki tugas yang berkaitan dengan penyelenggaraan protokol, komunikasi dan dokumentasi pimpinan.


Pemkot Cirebon dalam laman resminya menyebutkan bahwa Subbagian Protokol memiliki tugas antara lain menyiapkan bahan informasi acara dan jadwal kegiatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, menyusun serta menginformasikan jadwal kegiatan pemerintah daerah, hingga melakukan koordinasi dan fasilitasi kegiatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. 


Bukan Sekadar Persoalan Salah Tanggal


Perbedaan tanggal tersebut tentu tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai sebuah kesalahan administrasi.


Bisa saja terdapat proses perubahan jadwal, pembaruan data, kesalahan input, atau mekanisme internal tertentu yang menyebabkan informasi pada sistem berbeda dengan dokumen undangan.


Namun, justru di titik inilah pentingnya penjelasan mengenai bagaimana proses verifikasi agenda pimpinan dilakukan sebelum informasi tersebut tercantum dalam sistem.


Sebab, agenda pimpinan bukan hanya berfungsi sebagai daftar kegiatan. Informasi tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menentukan kehadiran pimpinan, penugasan pejabat yang mewakili, hingga persiapan protokoler sebuah kegiatan.


Selain perbedaan tanggal, pada pencatatan agenda yang beredar juga terdapat penulisan periode kepengurusan “2026-2929”, sementara dokumen kegiatan mencantumkan periode 2026–2029.


Kesalahan penulisan semacam ini mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika muncul dalam sebuah sistem informasi agenda pimpinan, akurasi data tetap menjadi bagian penting dari tertib administrasi.


Siapa yang Ditugaskan Mewakili Pimpinan?


Pertanyaan berikutnya berkaitan dengan mekanisme penugasan pejabat yang menghadiri kegiatan atas nama pimpinan.


Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota tidak hadir secara langsung dan terdapat pejabat Pemerintah Kota Cirebon yang ditugaskan untuk menghadiri kegiatan sebagai perwakilan.


Penugasan pejabat untuk mewakili pimpinan tentunya merupakan kewenangan internal pemerintah daerah dan dapat didasarkan pada berbagai pertimbangan.


Karena itu, persoalannya bukan semata-mata siapa yang hadir, melainkan apa dasar pertimbangan penunjukan pejabat tersebut dan bagaimana mekanisme disposisinya.


Apakah penugasan dilakukan berdasarkan disposisi langsung pimpinan? Apakah berdasarkan pertimbangan bidang tugas? Atau terdapat mekanisme lain yang berlaku dalam pengelolaan agenda pimpinan?


Pertanyaan tersebut penting agar publik tidak keliru memahami proses penugasan sebagai sebuah persoalan personal maupun kelembagaan tertentu.


Protokol Dituntut Akurat, Publik Berhak Mendapat Penjelasan


Cirebon Suara tidak bermaksud menyimpulkan bahwa perbedaan tanggal tersebut merupakan pelanggaran ataupun kesalahan yang disengaja.


Namun, terdapat dua dokumen dengan informasi tanggal yang berbeda. Kondisi tersebut cukup menjadi alasan untuk meminta penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan agenda pimpinan.


Terlebih, Pemerintah Kota Cirebon sendiri telah memiliki sistem digitalisasi layanan keprotokolan dan komunikasi pimpinan melalui DILAKONI. Situs resmi Prokompim menyebut platform tersebut sebagai bagian dari digitalisasi layanan keprotokolan dan komunikasi pimpinan.


Maka, sejumlah pertanyaan yang relevan untuk dijawab adalah:


Pertama, mengapa sebuah kegiatan yang berlangsung pada 26 September 2026 tercatat dalam Agenda Pimpinan pada 24 September 2026?


Kedua, apakah terdapat perubahan agenda yang belum diperbarui atau terjadi kesalahan input?


Ketiga, bagaimana mekanisme verifikasi informasi sebelum agenda pimpinan dipublikasikan atau digunakan sebagai dasar penugasan?


Keempat, apa dasar penunjukan pejabat yang mewakili Wali Kota dalam kegiatan tersebut?


Kelima, apakah terdapat disposisi atau instruksi tertulis yang menjadi dasar penugasan tersebut?


Pertanyaan ini bukan untuk mencari siapa yang salah.


Justru yang ingin dilihat adalah apakah sistem pengelolaan agenda pimpinan Pemerintah Kota Cirebon sudah berjalan dengan mekanisme verifikasi yang mampu memastikan informasi tanggal, kegiatan, dan penugasan tersaji secara akurat.


Karena dalam administrasi pemerintahan, satu tanggal yang keliru bisa terlihat sederhana. Tetapi ketika tanggal tersebut menjadi bagian dari agenda pimpinan, akurasi menjadi bagian dari kredibilitas informasi pemerintah kepada publik.


Cirebon Suara — Mengawal Informasi, Menguji Data.

Kamis, 24 September 2026

Bukan Soal Siapa yang Terlibat, Ini yang Ditunggu Warga dari KPBU APJ Cirebon


CIREBON, Cirebon Suara – Rencana Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) Kota Cirebon kembali menjadi perhatian publik.


Setelah sebelumnya muncul pernyataan Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati yang mengaku tidak terlibat langsung dalam proses KPBU APJ dan tidak memperoleh informasi secara utuh, kini muncul penjelasan dari Wali Kota Cirebon Effendi Edo terkait proses tersebut.


Di tengah perbedaan informasi mengenai keterlibatan internal tersebut, Pemerintah Kota Cirebon memastikan proses KPBU APJ masih berjalan dan mengikuti tahapan yang ditentukan.


Bagi masyarakat, perkembangan ini seharusnya tidak berhenti pada persoalan siapa yang dilibatkan atau tidak dilibatkan.


Sebab pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: apa yang nantinya benar-benar dirasakan warga dari KPBU APJ tersebut?


Edo: Proses KPBU Tetap Berjalan Sesuai Prosedur


Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan bahwa proses KPBU APJ masih terus berjalan.


Menurut Edo, Pemkot Cirebon saat ini baru memasuki tahapan keempat dari total 10 tahapan yang harus dilalui dalam proses KPBU.


Karena itu, setiap tahapan masih membutuhkan koordinasi dan pendampingan dari pemerintah pusat maupun lembaga yang tergabung dalam Kantor Bersama.


Terbaru, rencana uji publik KPBU APJ yang semula dijadwalkan pada Kamis, 24 September 2026 kembali mengalami penundaan.


Edo mengatakan penundaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan mendapatkan persetujuan dari Kantor Bersama yang mendampingi proses KPBU, termasuk Bappenas.


Menurutnya, penundaan bukan persoalan selama seluruh proses dapat berjalan sesuai prosedur.


“Tidak apa-apa dimundurkan, tapi semuanya prosesnya benar,” kata Edo.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses KPBU APJ masih berada dalam tahap persiapan dan belum sampai pada keputusan akhir apakah proyek tersebut akan benar-benar dilaksanakan.


Sebelumnya, Wawali Mengaku Tidak Terlibat Langsung


Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyampaikan bahwa dirinya tidak terlibat secara langsung dalam proses pelaksanaan KPBU APJ.


Ia mengatakan informasi mengenai perkembangan tahapan KPBU lebih banyak berada dalam koordinasi langsung dengan Wali Kota Effendi Edo.


Karena itu, Siti Farida mengaku tidak memperoleh informasi secara utuh mengenai seluruh proses yang sedang berjalan.


Meski demikian, Siti Farida tidak menyatakan menolak KPBU APJ. Ia justru berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai aturan dan kajian dilakukan secara matang agar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kini, dengan adanya penjelasan dari Wali Kota mengenai proses dan tahapan KPBU, persoalan tersebut menjadi bagian dari dinamika tata kelola pemerintahan yang perlu dijelaskan secara terbuka.


Namun bagi publik, polemik tersebut seharusnya tidak menggeser perhatian dari tujuan utama proyek: meningkatkan kualitas pelayanan penerangan jalan.


Bukan Sekadar Membuat Kota Terang


Penerangan jalan memiliki hubungan langsung dengan aktivitas masyarakat.


Jalan yang terang dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang bekerja atau beraktivitas pada malam hari. Penerangan yang memadai juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.


Karena itu, apabila KPBU APJ nantinya direalisasikan, masyarakat tentu tidak hanya berharap lampu baru terpasang.


Yang lebih penting adalah bagaimana kualitas layanan tersebut dijaga dalam jangka panjang.


Lampu yang mati harus dapat ditangani dengan cepat.


Wilayah yang masih minim penerangan perlu mendapatkan perhatian.


Pemeliharaan harus memiliki standar yang jelas.


Dan masyarakat harus mengetahui kepada siapa pengaduan dapat disampaikan ketika pelayanan tidak sesuai dengan standar.


Dengan kata lain, keberhasilan KPBU APJ bukan hanya dihitung dari jumlah lampu yang terpasang, tetapi dari kualitas pelayanan yang diterima warga.


Kemampuan APBD Juga Menjadi Perhatian


Hal lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan keuangan daerah.


KPBU bukan berarti pemerintah daerah tidak memiliki kewajiban pembiayaan. Salah satu mekanisme yang dibahas dalam proyek KPBU adalah availability payment atau pembayaran ketersediaan layanan.


Dalam pembahasan dengan Bappenas, Pemkot Cirebon disebut melakukan evaluasi terhadap kemampuan keuangan daerah.


Badan usaha sebelumnya mengajukan kebutuhan availability payment sekitar Rp25 miliar per tahun. Namun setelah dihitung berdasarkan kondisi keuangan daerah, kemampuan Pemkot Cirebon disebut berada di kisaran Rp16,5 miliar per tahun.


Angka tersebut tentu menjadi bagian penting yang harus dikaji sebelum proyek ditetapkan.


Sebab masyarakat bukan hanya membutuhkan kota yang terang, tetapi juga membutuhkan pengelolaan anggaran daerah yang sehat.


Jika KPBU memberikan manfaat pelayanan yang lebih baik, maka masyarakat juga perlu mendapatkan penjelasan bagaimana skema tersebut dapat dijalankan tanpa mengganggu kemampuan pemerintah membiayai kebutuhan publik lainnya.


DPRD Juga Mendorong Kajian Tidak Dilakukan Terburu-buru


Di sisi lain, pembahasan KPBU APJ juga mendapatkan perhatian dari DPRD Kota Cirebon.


Sejumlah pihak di DPRD meminta agar rencana tersebut tidak langsung ditolak maupun diterima, melainkan dikaji berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.


Hal yang perlu dilihat antara lain kebutuhan penerangan di wilayah yang masih minim APJ, kapasitas listrik, nilai investasi, kemampuan fiskal serta durasi kerja sama.


Pendekatan tersebut penting agar keputusan mengenai KPBU tidak hanya didasarkan pada keinginan membuat kota lebih terang, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan pemerintah memenuhi kewajibannya dalam jangka panjang.


Transparansi Tetap Menjadi Kunci


Di tengah proses yang masih berjalan, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang mudah dipahami.


Bukan hanya istilah teknis seperti feasibility study, availability payment, PJPK atau KPBU.


Masyarakat perlu mengetahui hal yang lebih sederhana:


Berapa titik lampu yang akan ditangani?


Wilayah mana yang menjadi prioritas?


Berapa lama masa kerja samanya?


Berapa kewajiban pemerintah setiap tahun?


Bagaimana standar pelayanan ditentukan?


Apa sanksinya jika badan usaha tidak memenuhi target?


Dan yang paling penting:


Apa manfaat yang secara nyata akan diterima masyarakat?


Pemkot sebelumnya menyatakan proses KPBU APJ dilakukan dengan pendampingan pemerintah pusat, termasuk Bappenas, Kemendagri, LKPP dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Pemkot juga menyiapkan forum konsultasi publik untuk melibatkan pemangku kepentingan, termasuk DPRD, akademisi dan masyarakat.


Dengan demikian, ruang untuk memastikan kepentingan publik tetap menjadi bagian dari proses masih terbuka.


Warga Menunggu Hasil, Bukan Polemik


Perbedaan informasi antara kepala daerah dan wakilnya mengenai keterlibatan dalam sebuah kebijakan memang merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang patut dijelaskan.


Namun, masyarakat tentu tidak ingin perhatian terhadap pembangunan berhenti pada polemik internal.


Warga Kota Cirebon membutuhkan hasil.


Mereka ingin jalan yang lebih terang.


Mereka ingin aktivitas malam hari lebih nyaman.


Mereka ingin lampu yang rusak ditangani.


Mereka ingin penerangan tidak hanya bagus di jalan utama, tetapi juga menjangkau wilayah yang selama ini masih minim cahaya.


Dan mereka tentu berharap setiap rupiah yang dikelola pemerintah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan publik.


Karena itu, proses KPBU APJ yang saat ini masih berjalan perlu terus dikawal secara terbuka.


Bukan untuk mencari siapa yang paling benar.


Bukan pula untuk memperbesar polemik siapa yang dilibatkan dan siapa yang tidak.


Tetapi untuk memastikan bahwa jika KPBU APJ benar-benar dilaksanakan, hasil akhirnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan seberapa ramai kebijakan tersebut diperbincangkan.


Ukuran keberhasilannya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.


Dan untuk KPBU APJ Kota Cirebon, harapan warga sebenarnya sederhana:


Kota semakin terang, pelayanan semakin baik, anggaran tetap terjaga, dan manfaat pembangunan benar-benar sampai kepada masyarakat.

Ombudsman Temukan Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong, Kini Kemenimipas Turun Tangan




BOGOR, CIREBON SUARA — Inspeksi mendadak Ombudsman Republik Indonesia ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/9/2026), mengungkap adanya sejumlah fasilitas khusus di area belakang lapas.


Temuan tersebut menjadi sorotan karena fasilitas yang ditemukan disebut Ombudsman memiliki standar layaknya hunian apartemen, sementara area tersebut berada terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.


Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan, sidak pada 23 September 2026 merupakan pemeriksaan kedua yang dilakukan Ombudsman ke Lapas Cibinong sepanjang tahun ini.


Sebelumnya, pada Juli 2026, tim Ombudsman mengaku tidak mendapatkan akses untuk melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.


Kondisi serupa kembali terjadi saat sidak kedua. Meski telah membawa surat resmi dan mengenakan atribut lembaga, tim Ombudsman mengaku sempat dihalangi petugas keamanan ketika hendak memasuki area belakang lapas.


Situasi tersebut bahkan sempat diwarnai cekcok dan aksi saling dorong. Salah satu petugas Ombudsman disebut mengalami kaki terjepit dalam proses tersebut.


Setelah akhirnya dapat memasuki area yang diperiksa, Ombudsman menemukan lebih dari 10 bangunan atau kamar yang tersebar di beberapa bagian kawasan belakang lapas.


Fasilitas di dalam bangunan tersebut antara lain ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas hingga perlengkapan memasak.


"Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada," kata Fikri Yasin, seperti dikutip ANTARA.


Ombudsman juga menemukan sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga merupakan warga binaan berada secara terpisah di kawasan tersebut. Namun, Ombudsman menyatakan belum dapat memastikan identitas maupun status seluruh orang yang berada di lokasi.


Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan, sejumlah bangunan tersebut berada di sekitar rumah dinas Kepala Lapas.


Kepada Ombudsman, petugas Lapas Cibinong disebut menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat istirahat petugas.


Namun, Ombudsman mempertanyakan peruntukan fasilitas tersebut karena kondisi bangunan dan kelengkapannya dinilai tidak sesuai dengan penjelasan tersebut.


"Pengakuannya tadi untuk petugas, tapi secara fasilitas itu bukan untuk petugas," ujar Syafrida.


Ada Minuman Beralkohol


Temuan lain yang turut menjadi perhatian adalah adanya minuman beralkohol.


Tim Ombudsman mengaku menemukan minuman beralkohol di dalam salah satu kulkas serta sejumlah botol minuman beralkohol di tempat pembuangan sampah di kawasan lapas.


Meski demikian, Ombudsman menegaskan belum mengetahui siapa pemilik maupun pengguna minuman tersebut.


Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum proses pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.


Ada Pengakuan Warga Binaan Membayar


Temuan lainnya muncul ketika Ombudsman mewawancarai salah seorang penghuni bangunan tersebut.


Menurut keterangan Syafrida, penghuni yang mengaku sebagai warga binaan tersebut menyatakan dirinya mengeluarkan uang untuk dapat tinggal di fasilitas tersebut.


Namun, Ombudsman belum menggali lebih jauh mengenai jumlah uang, kepada siapa uang tersebut diberikan maupun bagaimana mekanismenya.


Dengan demikian, pengakuan tersebut masih menjadi bagian dari informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.


Kemenimipas Bentuk Tim Khusus


Menanggapi temuan Ombudsman, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyatakan telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi.


Dirjenpas Mashudi mengatakan seluruh informasi yang disampaikan Ombudsman akan menjadi bahan pemeriksaan secara objektif.


Verifikasi mencakup sarana dan prasarana, administrasi, pelaksanaan standar pelayanan, keamanan, hingga status fasilitas dan penugasan warga binaan yang berada di lokasi tersebut.


Menurut Mashudi, prinsip perlakuan yang setara terhadap seluruh warga binaan harus tetap dijaga.


Apabila pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan petugas, Ditjenpas menyatakan akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.


Namun, Ditjenpas juga menegaskan tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan sebelum seluruh fakta di lapangan diverifikasi.


Bukan Sekadar Soal Kamar Mewah


Kasus di Lapas Cibinong pada akhirnya bukan hanya mengenai ada atau tidaknya kamar dengan fasilitas mewah.


Ada sejumlah pertanyaan yang kini perlu dijawab melalui pemeriksaan resmi pemerintah.


Bagaimana fasilitas tersebut bisa berada di dalam kawasan lapas? Siapa yang menggunakan? Apa dasar peruntukannya? Apakah terdapat izin atau administrasi tertentu? Jika benar ada warga binaan yang membayar untuk menempati fasilitas tersebut, kepada siapa pembayaran dilakukan dan atas dasar apa?


Selain itu, proses pengawasan Ombudsman yang sempat terhambat hingga dua kali juga menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan.


Ombudsman sendiri meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Lapas Cibinong serta memastikan tidak terdapat fasilitas maupun perlakuan khusus kepada warga binaan yang bertentangan dengan ketentuan pemasyarakatan.


Dengan dibentuknya tim pemeriksa oleh Ditjenpas, publik kini menunggu hasil verifikasi resmi.


Sebab, persoalan utamanya bukan sekadar siapa yang tinggal di kamar tersebut, melainkan bagaimana sistem pengawasan dan tata kelola di dalam lembaga pemasyarakatan dapat memastikan seluruh warga binaan diperlakukan sesuai aturan.


Hasil pemeriksaan Kemenimipas nantinya menjadi penting untuk menjawab apakah fasilitas tersebut memang memiliki dasar penggunaan yang sah, atau justru terdapat pelanggaran yang harus ditindaklanjuti.

Senin, 21 September 2026

Kang Ajay Soroti Jaka Rara Cirebon: Jangan Hanya Pandai Tampil, Tapi Harus Bisa Bawa Identitas Kota




CIREBON SUARA— Grand Final Pemilihan Jaka Rara Kota Cirebon 2026 yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026, tidak hanya menjadi panggung untuk memilih sosok Jaka dan Rara terbaik yang akan membawa nama Kota Cirebon.


Bagi Kang Ajay, Tokoh Muda Harjamukti sekaligus Abdi Muda Kota Cirebon yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, terpilihnya Jaka Rara Utama seharusnya menjadi awal dari sebuah tanggung jawab yang lebih besar.


Menurutnya, selempang yang dikenakan para pemenang bukan sekadar simbol prestasi. Di balik selempang tersebut terdapat tanggung jawab untuk menjadi representasi generasi muda Kota Cirebon, khususnya dalam memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, hingga identitas lokal kepada masyarakat luas.


“Jaka Rara itu bukan hanya soal siapa yang mendapatkan selempang. Setelah malam grand final selesai, justru tanggung jawabnya dimulai. Mereka membawa nama Kota Cirebon dan harus mampu menjadi representasi anak muda Cirebon,” ujar Kang Ajay.


Ia menilai, salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana Jaka Rara ikut menjaga dan memperkenalkan kembali budaya daerah kepada generasi muda.


Menurutnya, Cirebon memiliki identitas budaya yang kuat dan khas. Karena itu, Jaka Rara diharapkan tidak hanya menjadi duta yang tampil dalam berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi jembatan antara budaya Cirebon dengan generasi muda.


“Cirebon punya banyak kekayaan budaya. Jangan sampai generasi mudanya justru semakin jauh dari identitas daerahnya sendiri. Jaka Rara bisa mengambil peran untuk mengenalkan kembali budaya Cirebon dengan cara yang dekat dengan anak muda,” katanya.


Salah satu yang menurut Kang Ajay perlu kembali diangkat adalah bahasa Cirebon, termasuk penggunaan bahasa Cirebon yang halus dalam ruang-ruang publik maupun kegiatan yang membawa nama Kota Cirebon.


Ia mengapresiasi kemampuan para finalis yang mampu menggunakan bahasa asing maupun bahasa daerah lainnya dalam rangkaian Grand Final. Namun, menurutnya, momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa bahasa Cirebon sebagai identitas lokal perlu mendapatkan ruang yang cukup.


“Bahasa Inggris tentu penting dan bahasa Sunda juga bagian dari kekayaan budaya. Tetapi ketika kita berada di Kota Cirebon dan membawa nama Kota Cirebon, saya kira bahasa Cirebon juga harus mendapatkan tempat. Jangan sampai kita punya bahasa daerah sendiri tetapi justru semakin jarang digunakan oleh generasi mudanya,” tuturnya.


Kang Ajay berharap, ke depan penggunaan bahasa Cirebon yang halus dapat semakin diperkenalkan melalui kegiatan-kegiatan kepemudaan, pariwisata, kebudayaan maupun agenda publik lainnya.


Menurutnya, pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang kaku. Justru anak muda memiliki kesempatan untuk mengemas budaya lokal dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.


“Budaya itu jangan hanya disimpan, tapi harus dihidupkan. Anak muda bisa membawa budaya Cirebon melalui media sosial, kegiatan kreatif, pariwisata, sampai komunikasi sehari-hari. Kalau bukan kita yang mengenalkan, siapa lagi?” ujarnya.


Ia pun berharap Jaka Rara Utama Kota Cirebon 2026 dapat menjalankan perannya secara nyata setelah terpilih.


Tidak hanya hadir ketika ada agenda pemerintahan atau kegiatan seremonial, tetapi juga aktif turun ke tengah masyarakat, mengenalkan potensi wisata, mengangkat budaya Cirebon, mendorong ekonomi kreatif dan mengajak generasi muda untuk bangga terhadap identitas daerahnya.


“Selamat kepada Jaka Rara yang terpilih. Selempang itu bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari pengabdian. Jadilah anak muda yang mampu membawa nama baik Kota Cirebon sekaligus menjaga apa yang menjadi identitas dan warisan daerah kita,” kata Kang Ajay.


Grand Final Jaka Rara Kota Cirebon 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni pemilihan duta wisata, tetapi menjadi momentum untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi wajah Kota Cirebon sekaligus ikut menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Jumat, 18 September 2026

Golkar Kota Cirebon Goes to Musda: Andrie Sulistio Selangkah Lagi Kembali Pimpin Beringin



CIREBON SUARA – DPD Partai Golkar Kota Cirebon semakin dekat menuju pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Persiapan internal terus dilakukan, sementara pelaksanaan Musda kini tinggal menunggu kepastian jadwal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.


Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Erry Yudhistira, SH, menyampaikan bahwa secara kesiapan organisasi, Golkar Kota Cirebon telah bersiap untuk melaksanakan Musda.


Namun, untuk waktu pelaksanaan, pihaknya masih menunggu penetapan jadwal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.


“Pada prinsipnya kami sudah siap melaksanakan Musda. Tinggal menunggu jadwal dari Jawa Barat,” ujar Erry.


Dalam pelaksanaan Musda XI ini, Deden dipercaya sebagai Steering Committee (SC), sedangkan Tiffa menjadi Organizing Committee (OC).


Keduanya bersama jajaran panitia terus melakukan persiapan agar seluruh tahapan Musda dapat berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar.


Hanya Andrie Sulistio yang Kembalikan Formulir


Sementara itu, dinamika menuju pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon periode mendatang juga mulai terlihat.


Dari proses penjaringan bakal calon ketua, Andrie Sulistio menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan.


Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi Andrie dalam bursa kepemimpinan Golkar Kota Cirebon.


Andrie Sulistio sendiri saat ini merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Dengan hanya dirinya yang mengembalikan formulir, peluang untuk kembali memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut semakin terbuka.


Meski demikian, secara organisasi keputusan akhir tetap berada dalam forum Musda XI. Artinya, proses pengembalian formulir belum dapat dimaknai sebagai penetapan resmi Ketua DPD Golkar Kota Cirebon periode berikutnya.


Tinggal Menunggu “Gong” Musda


Musda XI nantinya menjadi forum penting bagi Partai Golkar Kota Cirebon untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus melakukan konsolidasi organisasi.


Saat ini, tahapan persiapan sudah berjalan. Panitia tinggal menunggu jadwal resmi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk menentukan waktu pelaksanaan Musda.


Jika tidak ada perubahan dalam proses selanjutnya, Andrie Sulistio menjadi figur yang paling berpeluang untuk kembali menahkodai DPD Partai Golkar Kota Cirebon.


Dengan kata lain, Golkar Kota Cirebon sudah “goes to Musda”. Tinggal menunggu jadwal resmi dari Jawa Barat, sebelum forum Musda XI menentukan siapa yang akan memimpin Partai Golkar Kota Cirebon untuk periode berikutnya.


Dan sejauh proses penjaringan berjalan, nama Andrie Sulistio menjadi satu-satunya nama yang telah mengembalikan formulir bakal calon Ketua DPD Golkar Kota Cirebon.

Senin, 14 September 2026

Ratu Raja Ilmiah Rosetina Wafat, Kesultanan Kanoman Siapkan Prosesi Adat hingga Astana Gunung Sembung



CIREBON SUARA – Kabar duka datang dari lingkungan Kesultanan Kanoman, Kota Cirebon. Ratu Raja Ilmiah Rosetina binti Sultan Raja H. Muhammad Djalaludin, Sultan Kanoman XI, telah berpulang.


Ratu Raja Ilmiah Rosetina, yang akrab disapa Ibu Raja Iyos, wafat pada Senin, 14 September 2026. Almarhumah merupakan adik dari Sultan Raja Muhammad Emirudin, Sultan Kanoman XII, serta kakak dari Ratu Raja Arimbi Nurtina dan Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran.


Almarhumah lahir pada 12 Mei 1974 dan merupakan anak kedua dari pasangan Sultan Raja H. Muhammad Djalaludin dan Ratu Dalem Hj. Sri Mulya.


Kepergian Ratu Raja Ilmiah Rosetina meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kesultanan Kanoman, kerabat, abdi dalem, serta masyarakat yang mengenalnya.


Pihak keluarga besar Kesultanan Kanoman juga memohon doa dan maaf kepada seluruh masyarakat atas segala kesalahan almarhumah semasa hidup.


Rencananya, Ratu Raja Ilmiah Rosetina akan dimakamkan di Astana Gunung Sembung, kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati dan keluarga bangsawan Cirebon.


Akan Jalani Tradisi Ngolong


Sebelum diberangkatkan menuju Astana Gunung Sembung, jenazah akan menjalani sejumlah prosesi sesuai tradisi dan pepakem Kesultanan Kanoman.


Salah satu tradisi yang akan dilakukan adalah ngolong, yakni keluarga yang ditinggalkan memutari jenazah yang telah berada di atas keranda sebanyak tujuh kali.


Tradisi tersebut dilakukan sebagai simbol agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima kepergian almarhumah.


Setelah prosesi tersebut, perwakilan keluarga akan menyampaikan pesan kepada para pelayat sebelum jenazah dipersiapkan untuk diberangkatkan.


Diantar Lewat Rute Adat Kesultanan Kanoman


Prosesi pemberangkatan jenazah menuju Astana Gunung Sembung juga akan mengikuti rute yang telah diatur dalam pepakem atau hukum adat Keraton Kanoman.


Keranda almarhumah akan ditandu dan dibawa berjalan kaki melewati Lawang Kejaksan, Lawang Solawat, hingga Lawang Syahadat di Kompleks Siti Hinggil.


Selanjutnya, iring-iringan akan melintasi kawasan Pasar Kanoman, Jalan Winaon, Karanggetas, Jalan Siliwangi, hingga Taman Krucuk.


Setibanya di Taman Krucuk, akan dilakukan penyerahan jenazah dari abdi dalem Keraton Kanoman kepada abdi dalem kraman Gunung Sembung. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Astana Gunung Sembung di Kecamatan Gunung Jati.


Setelah tiba di lokasi, kepengurusan jenazah akan diserahkan dari penghulu Masjid Sang Cipta Rasa kepada penghulu Masjid Dog Jumeneng Astana Gunung Sembung sebelum proses pemakaman dilakukan.


Iring-iringan jenazah akan diikuti oleh keluarga besar Kesultanan Kanoman, penghulu dan kaum Masjid Sang Cipta Rasa, abdi dalem, serta masyarakat yang turut mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Berikut gambaran jadwal prosesi pemakaman:


  • Pukul 08.00 WIB: Prosesi memandikan jenazah
  • Pukul 09.00 WIB: Prosesi mengkafani
  • Pukul 10.00 WIB: Salat jenazah dan takziah
  • Pukul 13.00 WIB: Pemberangkatan menuju Astana Gunung Sembung


Selamat jalan, Ratu Raja Ilmiah Rosetina. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


Sumber: Press Release Kesultanan Kanoman.

Jumat, 11 September 2026

Pemantapan Jelang Pelantikan, Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat Silaturahmi ke Cirebon




CIREBON SUARA — Menjelang pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Cirebon periode 2026–2029, Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat Afiv Firmansyah melakukan kunjungan silaturahmi ke Kota Cirebon, Jumat (11/9/2026).


Pertemuan yang berlangsung di Baraja Coffee tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus pemantapan kesiapan pelantikan DPC Gekrafs Kota Cirebon. Silaturahmi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara jajaran DPW Gekrafs Jawa Barat dengan calon pengurus DPC Gekrafs Kota Cirebon.


Ketua terpilih DPC Gekrafs Kota Cirebon, Syafrul Setia Bakti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat dalam agenda tersebut.


Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan energi sekaligus dorongan bagi jajaran calon pengurus untuk semakin mematangkan struktur organisasi dan menyusun program kerja ke depan.


“Silaturahmi ini menjadi energi bagi kami untuk memantapkan struktur kepengurusan dan program kerja. Gekrafs Kota Cirebon siap hadir sebagai wadah kolaborasi pelaku ekonomi kreatif sekaligus mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Syafrul.


Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal strategis turut dibahas, mulai dari kesiapan teknis pelantikan hingga finalisasi struktur kepengurusan DPC Gekrafs Kota Cirebon.


Struktur kepengurusan tersebut dirancang terdiri dari pengurus harian, delapan bidang, serta empat badan otonom. Selain penguatan kelembagaan, jajaran pengurus juga mulai mematangkan sejumlah program kerja, di antaranya rekrutmen anggota serta penjajakan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.


Kehadiran Gekrafs Kota Cirebon diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menghimpun para pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, komunitas, pemerintah, akademisi, hingga berbagai sektor lainnya.


Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat Afiv Firmansyah berharap Gekrafs Kota Cirebon nantinya dapat mengambil peran sebagai salah satu penggerak ekosistem ekonomi kreatif di Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya.


Menurutnya, Cirebon memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sektor ekonomi kreatif, khususnya pada bidang budaya, kuliner, kriya, hingga pariwisata berbasis heritage.


Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas daerah.


Dengan semakin solidnya koordinasi antara DPW dan DPC, Gekrafs Kota Cirebon diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif serta memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekonomi daerah.


Pelantikan DPC Gekrafs Kota Cirebon periode 2026–2029 nantinya menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan visi organisasi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi ekonomi kreatif di Kota Cirebon.

Kamis, 10 September 2026

Kang Ajay Apresiasi Pemkot Cirebon Perhatikan Infrastruktur Sumurwuni-Kalilunyu, Warga Kini Rasakan Akses Jalan Lebih Baik




CIREBON SUARA — Perhatian Pemerintah Kota Cirebon terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah yang jauh dari pusat keramaian mendapat apresiasi dari tokoh muda Harjamukti sekaligus Abdi Muda Kota Cirebon, Kang Ajay.


Menurut Kang Ajay, pembangunan tidak boleh hanya dirasakan masyarakat yang berada di pusat kota. Wilayah yang berada di bagian pelosok seperti Sumurwuni-Kalilunyu, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan peningkatan kualitas infrastruktur.


Apresiasi tersebut disampaikan menyusul adanya peningkatan infrastruktur Jalan Sumurwuni-Kalilunyu. Pemerintah Kota Cirebon sebelumnya melakukan monitoring langsung terhadap kondisi jalan tersebut pada Rabu (9/9/2026). Dalam peninjauan itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo didampingi Camat Harjamukti, Lurah Argasunya, Kepala DPUTR serta sejumlah perangkat daerah melihat langsung kondisi akses masyarakat yang direncanakan mendapatkan peningkatan melalui pekerjaan pengecoran. 


Kang Ajay menilai, langkah tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan berupaya memberikan pembangunan yang lebih merata.


“Saya sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Cirebon terhadap wilayah Sumurwuni, Kalilunyu dan Argasunya. Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah yang ramai, tetapi masyarakat yang berada jauh dari hiruk-pikuk pusat kota juga mendapatkan perhatian,” ujar Kang Ajay.


Menurutnya, kondisi jalan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang baik bukan hanya membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, tetapi juga mempermudah masyarakat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.


Mulai dari aktivitas ekonomi, akses menuju fasilitas pendidikan dan keagamaan, mobilitas warga hingga distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.


“Jalan yang bagus itu dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, kendaraan lebih nyaman melintas, dan aktivitas warga juga semakin lancar,” katanya.


Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut patut diapresiasi karena selama ini tetap menjalankan aktivitas dan perekonomian meskipun kondisi akses jalan sebelumnya belum optimal.


Dengan adanya peningkatan jalan, Kang Ajay berharap geliat aktivitas masyarakat di wilayah Argasunya semakin berkembang.


Warga Bahagia, Akses Semakin Mudah


Peningkatan Jalan Sumurwuni-Kalilunyu juga menjadi kabar yang menggembirakan bagi masyarakat setempat.


Jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi warga di kawasan Kalilunyu, Kelurahan Argasunya. Pemerintah Kecamatan Harjamukti menyebut peningkatan infrastruktur jalan di lokasi tersebut diharapkan dapat membuat akses masyarakat semakin baik, aman dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari. 


Kang Ajay mengatakan, kebahagiaan masyarakat atas pembangunan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan infrastruktur memang sangat dibutuhkan.


“Masyarakat tentu sangat bahagia dan berterima kasih ketika jalan yang selama ini menjadi akses mereka akhirnya mendapat perhatian dan ditingkatkan. Bagi masyarakat di sini, jalan yang baik bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi bagian penting dari kelancaran kehidupan mereka sehari-hari,” tuturnya.


Ia berharap perhatian pemerintah terhadap wilayah Argasunya dapat terus dilanjutkan, tidak hanya dalam pembangunan jalan, tetapi juga sektor lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Sebagai Tokoh Muda Harjamukti dan Abdi Muda Kota Cirebon, Kang Ajay juga mengajak generasi muda untuk ikut mengawal pembangunan di lingkungan masing-masing dengan cara memberikan masukan yang konstruktif serta turut menjaga hasil pembangunan.


“Kita tentu ingin pembangunan terus berlanjut. Tetapi ketika fasilitas sudah diperbaiki, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga dan merawatnya. Pemerintah membangun, masyarakat ikut menjaga,” ujarnya.


Menurut Kang Ajay, pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah.


Ia berharap semangat pemerataan pembangunan tersebut terus dijaga sehingga seluruh masyarakat Kota Cirebon, termasuk mereka yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat keramaian, dapat merasakan manfaat pembangunan.


“Harapannya sederhana, jangan ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah. Di mana pun warga Kota Cirebon tinggal, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan infrastruktur yang layak dan pelayanan pemerintah yang baik,” pungkasnya.


Sebagai informasi, Jalan Sumur Wuni menuju Ponpes Benda juga tercantum dalam proyek strategis Pemerintah Kota Cirebon Tahun Anggaran 2026 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). 


Cirebon Suara — Independent, Kreatif, Objektif.

Sabtu, 05 September 2026

Wedding Rockstar Pertama di Cirebon Digelar di Tabalong, Pernikahan Dikemas Bak Konser Musik




CIREBON SUARA — Pernikahan tak melulu soal konsep tradisional atau pesta dengan nuansa garden party. Di Kota Cirebon, pasangan Azis dan Anggi memilih sesuatu yang berbeda.


Keduanya menggelar pernikahan dengan konsep Rockstar Wedding di Zona Kreatif Tabalong, Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat malam (4/9/2026).


Bukan pelaminan konvensional, suasana pernikahan justru dibuat layaknya sebuah konser musik. Panggung dengan lighting dramatis, sound system berstandar pertunjukan, hingga live band menjadi bagian utama dari rangkaian acara.


Kedua mempelai juga tampil dengan gaya rock yang semakin memperkuat konsep. Para tamu undangan pun ikut larut dengan dresscode bernuansa senada.


Penanggung jawab Zona Kreatif Tabalong, Niko “Brur” Permadi, mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Tabalong dapat menjadi ruang untuk mewujudkan berbagai gagasan kreatif.


“Kami ingin menunjukkan bahwa Tabalong bukan sekadar venue, tapi ruang di mana ide kreatif apa pun bisa diwujudkan. Wedding rockstar ini bukti bahwa anak muda Cirebon berani tampil beda,” ujar Niko.


Konsep tersebut digarap bersama NewBorn Event Organizer dengan melibatkan sejumlah pelaku ekonomi kreatif lokal, mulai dari dekorasi, dokumentasi, hingga sektor kuliner.


Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Cirebon.


Ke depan, Zona Kreatif Tabalong membuka peluang bagi masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan dengan konsep yang lebih personal dan unik, mulai dari pernikahan, gathering, pertunjukan musik hingga kegiatan komunitas.


Bagi Tabalong, kreativitas bukan sekadar konsep. Ia adalah ruang untuk berani tampil berbeda.


Kami tidak hanya bergerak, kami mengguncang dunia.

Jumat, 04 September 2026

Keraton Kanoman Gandeng Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, Dorong Kajian Sejarah dan Naskah Cirebon




CIREBON SUARA — Kolaborasi antara dunia pendidikan dan budaya kembali dilakukan di Cirebon. Keraton Kanoman menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah dalam bidang akademik dan pengembangan kelembagaan.


Kerja sama ini menjadi langkah positif untuk mempertemukan warisan sejarah dan budaya Cirebon dengan dunia akademik, khususnya dalam bidang penelitian, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia hingga pelestarian naskah kuno.


Dalam kegiatan tersebut, Keraton Kanoman diwakili Ratu Raja Arimbi Nurtina, selaku sekretaris sekaligus juru bicara Sultan Raja Mohammad Emirudin, Sultan Kanoman XII Keraton Kanoman, bersama Farihin, Pustakawan Perpustakaan Naskah Cirebon.


📚 Naskah Cirebon Punya Potensi Besar


Salah satu hal menarik yang bisa dikembangkan melalui kerja sama ini adalah kajian terhadap naskah-naskah Cirebon.


Bukan sekadar dokumen lama, naskah kuno menyimpan banyak cerita dan pengetahuan tentang perjalanan masyarakat Cirebon, mulai dari sejarah, keagamaan, kebudayaan, bahasa, kehidupan sosial, hingga perkembangan intelektual masyarakat masa lalu.


Karena itu, keberadaan naskah-naskah tersebut dinilai punya nilai penting bagi dunia pendidikan dan penelitian.


Melalui Perpustakaan Naskah Cirebon, khazanah tersebut diharapkan bisa semakin dikenal oleh mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun generasi muda.


Jadi, naskah kuno bukan cuma disimpan sebagai benda bersejarah, tetapi juga bisa menjadi sumber ilmu yang terus dipelajari dan dikembangkan.


 🤝 Keraton dan Kampus Saling Menguatkan


Ratu Raja Arimbi Nurtina menyampaikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting untuk mempertemukan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan dengan perkembangan akademik.


Sementara itu, Farihin menilai penguatan kajian terhadap naskah Cirebon sangat penting agar warisan intelektual tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


Dengan adanya kerja sama kelembagaan, naskah-naskah Cirebon diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi sejarah, tetapi dapat menjadi bahan penelitian dan sumber pengetahuan bagi generasi sekarang.


Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berkembang melalui berbagai kegiatan seperti penelitian, kajian akademik, literasi, pengembangan SDM, penguatan kelembagaan, hingga kegiatan kebudayaan.


 🏛️ Warisan Lama, Ilmu untuk Generasi Baru


Kolaborasi Keraton Kanoman dan Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menjadi salah satu upaya menjaga agar **warisan sejarah, budaya, dan intelektual Cirebon tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Sebab, menjaga budaya bukan hanya soal mempertahankan bangunan atau benda bersejarah.


Membaca, meneliti, memahami, dan mengenalkan kembali pengetahuan dari masa lalu kepada generasi muda juga menjadi bagian penting dari pelestarian budaya.


Dari naskah lama, lahir pengetahuan baru.

Dari sejarah, generasi muda bisa belajar melangkah ke masa depan. 🇮🇩📚


Cirebon Suara — Media Anak Gen Z, Mengabarkan Cirebon dengan Cara yang Lebih Dekat.

Minggu, 30 Agustus 2026

Ucie Sucita Dukung Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu, Ajak Media Lokal Makin Aktif Angkat Potensi Daerah

 


 


CIREBON SUARA — Dukungan untuk media lokal terus bermunculan. Kali ini datang dari penyanyi sekaligus publik figur Ucie Sucita yang menyatakan dukungannya terhadap keberadaan Media Homeles Ciayumajakuning Bersatu.


Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu merupakan wadah insan media yang memiliki perhatian terhadap perkembangan informasi sekaligus potensi yang ada di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).


Dukungan tersebut disampaikan Ucie Sucita saat bersilaturahmi bersama jajaran Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu yang dibina oleh Syafrul Bakti.


Pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Bukan sekadar silaturahmi, momen tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi antara dunia seni dan media lokal.


Menurut Ucie, media punya peran yang cukup besar dalam mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Bukan cuma soal pemberitaan, media juga bisa menjadi ruang untuk mempromosikan seni, budaya, pariwisata, UMKM, hingga kreativitas anak muda daerah.


 “Kita harus terus mendukung media lokal yang memberikan ruang untuk mengangkat potensi daerah. Seni, budaya, UMKM dan kreativitas masyarakat perlu mendapatkan perhatian dan publikasi yang positif,” ujar Ucie Sucita.


🚀 Media Lokal Jadi Ruang Promosi Potensi Daerah


Di era digital seperti sekarang, informasi bisa menyebar dengan cepat. Karena itu, keberadaan media lokal dinilai penting untuk menghadirkan cerita-cerita positif dari daerah agar tidak kalah dengan informasi dari luar.


Kolaborasi antara media dan insan seni juga dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan promosi potensi lokal.


Sementara itu, Pembina Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu, Syafrul Bakti, menyambut positif dukungan yang diberikan Ucie Sucita.


Menurutnya, dukungan dari pelaku seni dan publik figur menjadi suntikan semangat bagi insan media untuk terus menghadirkan informasi yang bermanfaat.


“Dukungan dari Ucie Sucita tentu menjadi energi positif bagi kami. Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu akan terus berupaya menjadi bagian dalam mengangkat potensi masyarakat, seni, budaya, UMKM dan berbagai kegiatan positif di wilayah Ciayumajakuning,” ungkap Safrul Bakti.


🤝 Saatnya Media, Seniman dan UMKM Kolaborasi


Kolaborasi antara media, seniman, komunitas, pelaku UMKM, hingga generasi muda dinilai semakin penting untuk membangun ekosistem kreatif di daerah.


Dengan kolaborasi yang lebih luas, potensi lokal diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Ciayumajakuning, tetapi juga bisa mendapatkan perhatian dari masyarakat luar daerah.


Media Homeless Ciayumajakuning Bersatu pun berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.


Harapannya sederhana: semakin banyak potensi lokal yang punya panggung, semakin banyak cerita positif dari Ciayumajakuning yang bisa dikenal lebih luas.


Karena daerah punya banyak cerita, dan tugas media bukan cuma memberitakan—tapi juga ikut mengenalkan dan mengangkat potensi yang ada.

Jumat, 28 Agustus 2026

Media Homeless Se-Ciayumajakuning Deklarasi, Siap Kolaborasi di Era Digital dan AI

Deklarasi Media Homeless Ciayumajakuning di Tabalong

CIREBON SUARA – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bikin dunia media dan kreator konten bergerak makin cepat. Di tengah perubahan itu, pelaku media lokal dan kreator di Ciayumajakuning didorong untuk terus beradaptasi sekaligus memaksimalkan peluang yang tersedia.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Homeless Media Se-Ciayumajakuning yang digelar di Embun Sang'ga Langit, Kabupaten Kuningan, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi di Era Digital”, kegiatan ini membahas perkembangan media sosial, perubahan pola konsumsi informasi, hingga pemanfaatan AI sebagai tools untuk membantu proses produksi konten.

Seminar tersebut menghadirkan Rendy Adrikni Sadikin, Head of Local Media Community, serta Chandra Iswarno, Program Coordinator Local Media Community.

Keduanya membagikan berbagai insight terkait perubahan lanskap media, peluang kreator di era digital, serta bagaimana teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten.

Media Lokal Punya Peluang Besar

Perubahan ekosistem media sosial membuat produksi dan distribusi konten kini bukan lagi monopoli perusahaan media besar.

Komunitas, pelaku usaha, kreator individu, hingga media lokal punya kesempatan yang sama untuk membangun audiens dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital.

Namun, peluang tersebut juga datang bersama tantangan.

Kreator dituntut lebih adaptif dalam membaca tren, mengolah informasi, memahami karakter masing-masing platform, serta menghadirkan konten yang relevan dengan kebutuhan audiens.

Di sisi lain, kehadiran AI memberikan alternatif baru untuk mempercepat proses kreatif.

AI dapat dimanfaatkan mulai dari mencari ide, menyusun konsep, membuat draft naskah, mengolah materi visual, hingga membantu mengevaluasi performa sebuah konten.

Meski begitu, teknologi tetap diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.

Kemampuan menentukan sudut pandang, melakukan verifikasi informasi, memahami konteks lokal, serta menjaga etika dan kualitas konten tetap menjadi tanggung jawab kreator.

Lanjut ke Cirebon, Deklarasikan Media Homeless Se-Ciayumajakuning

Usai kegiatan di Kuningan, rangkaian acara kemudian dilanjutkan di SINAU Tabalong, Kota Cirebon, yang berada di Jalan Rinjani, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti.

Di lokasi tersebut, kegiatan diisi dengan ramah tamah, kreasi konten, sekaligus pembahasan rencana tindak lanjut jejaring media homeless se-Ciayumajakuning.

Momentum tersebut kemudian ditandai dengan Deklarasi Media Homeless Se-Ciayumajakuning sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi antarpelaku media lokal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Dalam deklarasi tersebut, Syafrul Bakti ditetapkan sebagai Pembina, sementara Panji Prayitno dipercaya sebagai Ketua.

Deklarasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi baru bagi media dan kreator lokal untuk saling berbagi informasi, pengetahuan, jaringan, hingga peluang pengembangan konten.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem digital, media lokal punya ruang yang semakin besar untuk mengangkat cerita dari daerah.

Bukan cuma soal berita, tetapi juga potensi wisata, UMKM, budaya, komunitas, ekonomi kreatif, hingga berbagai cerita lokal yang selama ini mungkin belum banyak mendapat perhatian.

Kolaborasi dan pemanfaatan teknologi secara bijak pun menjadi modal penting agar media lokal di Ciayumajakuning bisa terus tumbuh dan tetap relevan di tengah perubahan industri informasi yang bergerak semakin cepat.

Dari daerah, untuk daerah, dan bisa menjangkau lebih luas lewat digital.

Kamis, 27 Agustus 2026

Pelal Ageng Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon Digelar 26 Agustus 2026, Jadi Puncak Peringatan Maulid Nabi

 


CIREBON SUARA — Suasana religius dan tradisi budaya kembali menyelimuti Keraton Kanoman. Pelal Ageng Panjang Jimat atau Muludan Kesultanan Kanoman Cirebon digelar pada 26 Agustus 2026 sebagai acara inti dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan keterangan resmi Kesultanan Kanoman, Pelal Ageng Panjang Jimat merupakan malam puncak untuk memperingati kelahiran Gusti Baginda Rasulullah SAW. Istilah Pelal Ageng dimaknai sebagai malam keutamaan yang besar, sedangkan Panjang Jimat berkaitan dengan prosesi iring-iringan nasi jimat bersama piring pusaka.

Bukan Sekadar Tradisi, Ada Makna di Balik Panjang Jimat

Dalam tradisi Kesultanan Kanoman, istilah Panjang merujuk pada sebuah piring pusaka berbentuk bundar berukuran besar. Piring tersebut disebut sebagai pemberian seorang pertapa suci bernama Sanghyang Bango dari Gunung Siangkup.

Sementara itu, Jimat merujuk pada benda yang memiliki nilai sejarah dan pusaka yang harus dijaga. Dalam konteks prosesi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut nasi yang proses pembuatannya dilakukan secara khusus dan diiringi lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Proses tersebut dimulai sejak gabah dikupas satu per satu hingga menjadi beras. Selama prosesnya, lantunan selawat terus dikumandangkan oleh rombongan Bapak Sindangkasih dari Majalengka.

Beras kemudian disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan iringan selawat oleh rombongan ibu-ibu yang menjaga kesucian diri dari hadas kecil maupun besar. Salah satunya adalah Perawan Sunti.

Nasi yang dimasak dengan diiringi selawat tersebut kemudian disebut sebagai nasi jimat.

Bagi tradisi Panjang Jimat, makna utama jimat bukan sekadar benda pusaka, tetapi selawat yang dipanjatkan kepada Baginda Gusti Kanjeng Rasulullah SAW.

Rangkaian Prosesi Dimulai Malam Hari

Rangkaian Pelal Ageng Panjang Jimat dimulai sekitar pukul 19.30 WIB di Pendopo Jinem.

Acara diawali dengan pembacaan doa tawassul. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan ngawejang lan ngawedar Babad Panjang Jimat serta sejarah Kesultanan Kanoman.

Memasuki pukul 20.00 WIB, prosesi berlanjut dengan penyiapan sajian pelal oleh Pangeran Kumisi di Langgar Alit.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB, sejumlah keluarga keraton melakukan penjemputan Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin, Sultan Anom XII.

Sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 20.30 WIB, berlangsung prosesi sembah bakti Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, Patih Kesultanan Kanoman, kepada Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin.

Setelah prosesi tersebut, Pangeran Patih mengenakan jubah rosul dan kembali menuju Pendopo Jinem untuk mempersiapkan diri memimpin iring-iringan Pawai Alegoris.

Pawai Alegoris Menuju Masjid Agung Keraton Kanoman

Sekitar pukul 21.00 WIB, iring-iringan Pawai Alegoris bergerak menuju Masjid Agung Keraton Kanoman.

Sesampainya di masjid, rangkaian dilanjutkan dengan prosesi pembacaan Srakalan Maulid Barzanji yang dipimpin oleh Penghulu Kesultanan Kanoman.

Prosesi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 00.00–01.00 WIB dini hari.

Bagi masyarakat Cirebon, rangkaian Pelal Ageng Panjang Jimat menjadi salah satu momentum yang mempertemukan unsur keagamaan, sejarah, dan tradisi Kesultanan Kanoman dalam satu perayaan.

Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana warisan budaya Cirebon terus dijaga melalui rangkaian ritual yang memiliki makna mendalam bagi lingkungan Kesultanan Kanoman.

Cirebon Suara — Berita Cirebon, Jawa Barat, dan Generasi Z.

Sumber: Press Release Pelal Ageng Panjang Jimat (Muludan) Keraton Kanoman Cirebon, 26 Agustus 2026, ditandatangani Ratu Raja Arimbi Nurtina, ST., M.Hum., Juru Bicara Kesultanan Kanoman.

Rabu, 26 Agustus 2026

Semarak HUT RI, Hotel NEO Cirebon Ajak Anak Berkreasi Lewat Lomba Mewarnai

Suasana Lomba Mewarnai di Hotel Neo Cirebon

CIREBON SUARA – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan Hotel NEO Cirebon dengan menggelar Lomba Mewarnai bagi anak-anak pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara Hotel NEO Cirebon menghadirkan aktivitas positif dan edukatif bagi anak-anak sekaligus mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang penuh kreativitas dan kebersamaan.

Bukan sekadar kompetisi, lomba mewarnai ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menuangkan imajinasi melalui karya seni. Peserta juga diajak melatih konsentrasi, ketelitian, kreativitas, serta keberanian dalam mengekspresikan ide mereka.

Hotel Manager Hotel NEO Cirebon, Weni Febriani, mengatakan pihaknya senang melihat antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti Lomba Mewarnai ini. Bagi Hotel Neo Cirebon, momentum HUT Kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga bagaimana kita dapat menghadirkan kegiatan positif yang memberikan apresiasi kepada anak-anak yang memang mempunyai potensi besar dalam hal mewarnai,” ujar Weni.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi ide dan membangun rasa percaya diri melalui kreativitas masing-masing.

Lomba Mewarnai Hotel NEO Cirebon 2026 dibagi menjadi dua kategori usia, yakni kategori 4–6 tahun dan kategori 7–10 tahun. Peserta dapat mengikuti perlombaan dengan didampingi orang tua atau pendamping.

Selain memperebutkan hadiah dan penghargaan bagi para pemenang, seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dan semangat mereka.

Dalam perlombaan tersebut, karya peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kreativitas, kesesuaian pewarnaan, kerapian, komposisi warna, hingga kemampuan menyelesaikan karya sesuai tema dan ketentuan perlombaan.


Pemenang Lomba dan Juri Lomba Foto Bersama

Bukan Sekadar Lomba, Jadi Momen Quality Time Keluarga

Hotel NEO Cirebon juga melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan tamu, keluarga, komunitas, serta masyarakat sekitar.

Konsep kegiatan yang family-friendly membuat lomba tidak hanya menjadi arena bagi anak-anak untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama dalam suasana yang menyenangkan.

Hotel NEO Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan dan program yang memberikan pengalaman berkesan bagi pelanggan sekaligus memberikan manfaat dan hiburan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan seperti Lomba Mewarnai, momentum perayaan kemerdekaan pun dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan keluarga dan anak-anak.

Informasi mengenai Hotel NEO Cirebon dapat diperoleh melalui situs resmi cirebon.neohotels.com maupun akun Instagram @neocirebon.

Selasa, 18 Agustus 2026

Komunitas Generasi Milenial Cirebon Pererat Silaturahmi dengan Kapolres Cirebon Kota



CIREBON SUARA — Komunitas Generasi Milenial Cirebon terus mendorong peran aktif generasi muda dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M.


Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi untuk membahas peran generasi muda dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas di wilayah Kota Cirebon.


Komunitas Generasi Milenial Cirebon hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Alpin Alghani dan Dewan Pembina Reza Acuy. Turut hadir tokoh muda Harjamukti sekaligus Abdi Muda Kota Cirebon, Kang Ajay.


Ketua Komunitas Generasi Milenial Cirebon, Alpin Alghani, mengatakan bahwa silaturahmi tersebut menjadi kesempatan penting bagi generasi muda untuk membangun komunikasi yang positif dengan jajaran kepolisian.


“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan memberikan kontribusi positif untuk Kota Cirebon. Silaturahmi seperti ini menjadi ruang untuk berdiskusi dan membangun kolaborasi,” ujar Alpin.


Sementara itu, Dewan Pembina Komunitas Generasi Milenial Cirebon, Reza Acuy, menilai sinergi antara pemuda, kepolisian, dan masyarakat perlu terus diperkuat.


“Pemuda memiliki energi dan gagasan yang besar. Tinggal bagaimana energi tersebut diarahkan kepada kegiatan yang positif dan bermanfaat. Kami berharap komunikasi yang terbangun ini dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata,” kata Reza.


Hal senada disampaikan Kang Ajay, tokoh muda Harjamukti sekaligus Abdi Muda Kota Cirebon. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.


“Kita ingin anak-anak muda di Kota Cirebon bisa terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat. Keamanan dan kondusivitas bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda,” tutur Kang Ajay.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh Komunitas Generasi Milenial Cirebon.


“Kami tentu menyambut baik komunikasi dan silaturahmi dengan teman-teman generasi muda. Kolaborasi seperti ini penting untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Cirebon agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKBP Bimantoro.


Menurutnya, keberadaan komunitas pemuda dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda dan masyarakat.


Komunitas Generasi Milenial Cirebon juga berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kepolisian, tokoh pemuda, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan.


Dengan komunikasi dan sinergi yang terus dibangun, generasi muda diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam menjaga persatuan, keamanan, serta turut mendorong kemajuan Kota Cirebon.


Cirebon Suara — Suara Informasi, Suara Masyarakat.

Kang Ajay: Renungan Suci di TMP Jadi Pengingat Generasi Muda untuk Terus Mengabdi



CIREBON SUARA — Pelaksanaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Cirebon pada Senin (17/8/2026) tepat pukul 00.00 WIB dinilai menjadi momentum penting untuk kembali mengingat jasa dan perjuangan para pahlawan.


Tokoh muda Harjamukti sekaligus ASN muda Kota Cirebon, Kang Ajay, memandang kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Menurutnya, renungan suci memiliki makna mendalam bagi generasi muda, khususnya mereka yang saat ini mendapatkan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.


"Menurut saya, Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini kegiatan yang sangat bagus. Kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang begitu saja. Ada perjuangan, pengorbanan, bahkan nyawa yang telah diberikan para pahlawan untuk bangsa ini," ujar Kang Ajay.


Ia menilai, generasi muda perlu terus menjaga ingatan terhadap sejarah. Sebab, memahami perjuangan masa lalu menjadi salah satu modal penting agar generasi saat ini tidak kehilangan arah dalam mengisi kemerdekaan.


Bagi Kang Ajay, perjuangan generasi muda saat ini memang berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata dan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Kalau dulu para pahlawan berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, hari ini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan itu. Kita harus terus membangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Sebagai bagian dari generasi muda sekaligus ASN muda, Kang Ajay juga melihat momentum tersebut sebagai pengingat bagi para abdi negara agar tidak hanya memandang profesi sebagai pekerjaan, tetapi sebagai bentuk pengabdian.


Menurutnya, menjadi ASN berarti memiliki tanggung jawab untuk ikut menghadirkan pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Sebagai abdi negara, khususnya kami yang masih muda, semangat perjuangan para pahlawan harus bisa diterjemahkan dalam bentuk pengabdian. Kita harus bekerja dengan baik, melayani masyarakat dengan baik, dan ikut membangun daerah kita," ungkapnya.


Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan upacara maupun peringatan setiap tanggal 17 Agustus. Semangat tersebut, kata dia, harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan tercermin melalui tindakan nyata.


Khusus untuk Kota Cirebon, Kang Ajay mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Anak muda harus berani mengambil peran, memberikan gagasan, menciptakan inovasi, serta ikut menjaga lingkungan sosial dan kemajuan daerah.


"Memerdekakan negeri hari ini bukan lagi soal berperang. Memerdekakan negeri adalah bagaimana kita bisa membebaskan masyarakat dari ketertinggalan, memberikan pelayanan yang baik, menciptakan kesempatan, dan membangun daerah dengan kemampuan yang kita miliki," tuturnya.


Ia juga mengajak generasi muda Kota Cirebon untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai titik untuk memperkuat semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, dan generasi muda.


"Semoga kita tidak pernah lupa dengan sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pendahulunya. Dan tugas kita sekarang adalah meneruskan perjuangan itu dengan cara kita masing-masing," pungkas Kang Ajay.


Pelaksanaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di tengah suasana malam yang hening di Taman Makam Pahlawan pun menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, kemerdekaan menjadi awal bagi generasi berikutnya untuk meneruskan cita-cita para pahlawan melalui pengabdian dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sabtu, 15 Agustus 2026

Rayakan Ulang Tahun ke-4, Yaren Pilih Tabalong Jadi Ruang Bermain dan Kebersamaan Anak


CIREBON SUARA | KOTA CIREBON — Suasana berbeda terlihat di Sinau Tabalong, Kota Cirebon, Sabtu (15/8/2026). Kawasan yang selama ini dikenal sebagai ruang belajar dan kreativitas masyarakat itu berubah menjadi lokasi perayaan ulang tahun yang penuh warna.


Kali ini, Tabalong menjadi tempat perayaan ulang tahun Yaren yang genap berusia 4 tahun. Perayaan berlangsung meriah dengan dekorasi balon warna-warni, panggung sederhana, hiburan, serta kehadiran anak-anak dan keluarga.


Kegiatan tersebut turut melibatkan Cirebon Athara, sehingga perayaan tidak hanya menjadi momen potong kue dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menghadirkan suasana bermain dan interaksi yang dekat dengan anak-anak.


Pemilihan Tabalong sebagai lokasi perayaan juga memberikan nuansa tersendiri. Berada di kawasan yang rindang dan terbuka, anak-anak dapat menikmati kegiatan di ruang yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman berada di lingkungan yang lebih dekat dengan alam.


Pengelola Tabalong, Niko Brur, menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.


Menurut Niko, Tabalong sejak awal memang diarahkan sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas positif, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, seni, budaya, lingkungan, dan kreativitas.


Tabalong sendiri merupakan Taman Belajar Cikalong yang berada di kawasan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Tempat ini dikelola sebagai ruang edukasi dan kreativitas, dengan berbagai kegiatan seperti seni, membatik, kerajinan, hingga aktivitas lingkungan. 


Pemanfaatan Tabalong untuk kegiatan keluarga seperti perayaan ulang tahun menunjukkan bahwa ruang kreatif tidak harus selalu identik dengan kegiatan formal. Ruang terbuka juga dapat menjadi tempat berkumpul, bermain, belajar, sekaligus menciptakan pengalaman positif bagi anak-anak.


Bagi Yaren dan keluarga, perayaan ulang tahun ke-4 kali ini pun menjadi lebih dari sekadar pesta. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan kebersamaan dalam suasana terbuka, bersama anak-anak dan keluarga lainnya.


Keberadaan kegiatan seperti ini sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang-ruang kreatif di Kota Cirebon dapat terus dihidupkan melalui berbagai aktivitas masyarakat.


Tabalong sebelumnya juga telah digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk festival, kegiatan anak, serta kegiatan seni dan budaya. Bahkan, kawasan tersebut pernah menjadi lokasi Festival Kampung Dongeng yang melibatkan sekitar 100 anak dan orang tua.


Dari sebuah ulang tahun sederhana, Tabalong kembali menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya kebersamaan, kreativitas, dan pengalaman masa kecil yang berkesan.

Jumat, 14 Agustus 2026

KPBU Penerangan Jalan Kota Cirebon Jadi Sorotan, Masyarakat Perlu Tahu Apa yang Sebenarnya Dibahas



CIREBON SUARA – Rencana Pemerintah Kota Cirebon membangun sistem Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tengah menjadi perhatian publik. Nilai proyek yang diperkirakan mencapai sekitar Rp18 miliar per tahun memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait manfaat, efisiensi, dan dampaknya terhadap keuangan daerah.


Namun di balik angka tersebut, ada hal yang tidak kalah penting untuk dipahami masyarakat, yaitu apa sebenarnya KPBU dan mengapa skema ini dipilih?


KPBU merupakan pola kerja sama antara pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur atau layanan publik. Melalui skema ini, badan usaha terlebih dahulu membiayai pembangunan, pengadaan, hingga pemeliharaan infrastruktur sesuai perjanjian. Pemerintah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap berdasarkan kinerja layanan yang telah disepakati.


Skema ini banyak digunakan di berbagai daerah dan pemerintah pusat sebagai alternatif ketika kemampuan APBD belum mencukupi untuk membiayai pembangunan secara langsung.


Meski demikian, besarnya nilai kontrak dan jangka waktu kerja sama tetap menjadi perhatian. DPRD Kota Cirebon meminta agar pemerintah menyampaikan kajian yang komprehensif sehingga masyarakat dapat mengetahui dasar perhitungan biaya, manfaat yang akan diperoleh, serta dampaknya terhadap kemampuan keuangan daerah di masa mendatang.


Dalam proyek seperti ini, transparansi menjadi kunci. Publik berhak mengetahui hasil studi kelayakan, analisis value for money, pembagian risiko antara pemerintah dan badan usaha, hingga target pelayanan yang akan diterima masyarakat, seperti peningkatan jumlah titik lampu, kualitas pencahayaan, efisiensi energi, dan biaya pemeliharaan.


Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjelaskan mengapa skema KPBU dipilih dibandingkan pembiayaan melalui APBD murni atau alternatif lainnya. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat menilai apakah kerja sama tersebut benar-benar memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan metode pembiayaan konvensional.


Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya besar kecilnya nilai proyek, melainkan apakah investasi tersebut mampu menghadirkan penerangan jalan yang lebih baik, meningkatkan keselamatan masyarakat, memberikan efisiensi anggaran dalam jangka panjang, dan tetap menjaga kesehatan fiskal Kota Cirebon.


Sebagai warga, masyarakat tidak hanya berhak mengetahui besarnya anggaran yang akan dikeluarkan, tetapi juga berhak memperoleh penjelasan mengenai manfaat yang akan diterima. Sementara itu, pemerintah memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi dan pelaksanaan proyek yang akuntabel.


Cirebon Suara akan terus mengikuti perkembangan pembahasan proyek ini dengan menyajikan informasi yang independen, objektif, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Selasa, 04 Agustus 2026

Masyarakat Perlu Melek Pajak: Jangan Abaikan Restoran yang Dipasang Stiker Penunggak Pajak

Edukasi Pajak kepada Masyarakat


KOTA CIREBON – Keberadaan stiker peringatan yang dipasang Pemerintah Kota Cirebon melalui BPKPD pada sejumlah restoran atau tempat usaha seharusnya tidak dipandang sebagai hiasan semata. Stiker tersebut merupakan informasi publik yang menunjukkan bahwa wajib pajak bersangkutan belum memenuhi kewajiban perpajakan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebagai masyarakat yang setiap hari membayar pajak saat makan di restoran, konsumen berhak memahami ke mana pajak yang mereka bayarkan seharusnya disetorkan. Pajak restoran bukan sekadar tambahan pada struk pembayaran, melainkan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Cirebon.


Karena itu, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kepatuhan pajak. Apabila menemukan restoran atau tempat usaha yang telah dipasang stiker peringatan oleh pemerintah, masyarakat dapat menanyakan secara santun kepada pengelola mengenai alasan belum dipenuhinya kewajiban perpajakan tersebut serta langkah yang sedang dilakukan untuk menyelesaikannya.


Pertanyaan seperti itu bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Dunia usaha yang taat pajak tentu akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari masyarakat.


Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan menerapkan penegakan aturan secara konsisten kepada seluruh wajib pajak tanpa membedakan skala usaha, latar belakang pemilik, maupun faktor lainnya. Kepastian hukum dan perlakuan yang setara akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan daerah.


Perlu dipahami pula bahwa pajak yang dipungut dari konsumen pada dasarnya bukan menjadi keuntungan pelaku usaha. Dana tersebut merupakan titipan yang wajib disetorkan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, tentu akan berdampak pada penerimaan daerah yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


Namun demikian, masyarakat juga perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tidak semua keterlambatan atau tunggakan pajak berarti telah terjadi tindak pidana. Penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum merupakan kewenangan aparat yang berwenang berdasarkan proses pemeriksaan dan pembuktian sesuai peraturan perundang-undangan.


Kesadaran pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat. Semakin tinggi kepedulian publik terhadap kepatuhan pajak, semakin besar pula peluang Kota Cirebon meningkatkan PAD untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.